Breaking News

Pelajar Tewas

Pasrah Jenazah Anaknya Diautopsi, Ini Harapan Orangtua Siswa Korban 'Gladiator'

Dengan berat hati, Maria Agnes dan sang suami, Raharjo pun bersedia bila putranya itu menjalani autopsi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Maria Agnes dan Raharjo, orangtua korban Gladiator, Hilarius Christian Event Raharjo berdoa sebelum pembongkaran makam anaknya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Maria Agnes, Ibunda korban kasus 'gladiator' mengaku begitu terpukul dan sedih pasca kehilangan putranya satu tahun silam.

Terlebih saat dirinya mengetahui bahwa siswa SMA Budi Mulia Bogor itu tewas akibat perkelahian yang telah menjadi tradisi di sekolahnya.

Meski kasus tersebut terjadi pada akhir Januari 2016, namun hingga kini polisi belum menetapkan tersangka kasus tersebut.

Hal itu disebabkan karena orang tua korban tidak menerima bila putra pertamanya itu menjalani autopsi.

Namun, rupanya belakangan ini orang tua Hilarius berubah pikiran lantaran menginginkan adanya penindakan hukum terhadap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dengan berat hati, Maria Agnes dan sang suami, Raharjo pun bersedia bila putranya itu menjalani autopsi.

"Sedih anak saya tidak ada salah apa-apa meninggal jadi korban, saya ingin semua yang terlibat mendapat hukuman," ucap Maria kepada wartawan dengan mata berkaca usai dilakukannya autopsi jenazah Hilarius di Taman Pemakaman Umum (TPU) Cipaku Lama, Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (19/9/2017).

Dia pun berkata bahwa, bila memang hasil autopsi tersebut bisa dijadikan sebagai pembuktian, maka pihak kepolisian harus memberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan pelaku kepada putranya.

"Jangan diringankan kalau memang alasannya di bawah umur, toh perbuatannya itu membunuh, jadi jangan main-main sama nyawa," ucapnya.

Sebelumnya, Maria mengatakan bahwa dirinya hanya menginginkan sebuah keadilan atas apa yang telah dialami putranya yang bernama Hilarius Christian Event Raharjo itu.

Menurutnya, Hila meninggal karena dipaksa untuk berkelahi dikelilingi banyak pelajar bak seorang gladiator di Taman Palupuh, Kota Bogor.

"Kejadiannya sebelum pertandingan basket, Hila diminta untuk mewakili sekolahnya, padahal sudah menolak tapi dipaksa, beberapa pelaku promotor sudah dikeluarkan sekolahnya, tapi masih ada yang berkeliaran bebas, saya ingin semua yang terlibat mendapat hukuman," katanya kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

Ia pun mencurahkan isi hatinya di media sosial Facebook mengenai kematian putranya akibat terlibat dalam perkelahian.

Namun bukan tanpa sebab dirinya menceritakan semua kisah mengenai kematian Hila hingga memohon bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Facebook.

Melalui postingan tersebut, dirinya berharap orang nomor satu di Indonesia itu bisa membantu menyelesaikan kasus pembunuhan yang menimpa putranya itu.

"Jadi kan katanya kalau tidak autopsi tidak bisa diberikan hukuman, saya orang awam, makanya saya minta kepada Pak Jokowi untuk memutuskan, karena surat pengakuan dari pelaku dan saksi itu sudah banyak, kenapa harus dilakukan autopsi, anak saya sudah cukup menderita," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved