Anaknya Ingin Divaksin Rubella, Orangtua Harus Baca Ini Dulu

Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com
fakta unik tentang vaksin palsu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Berbicara soal imunisasi, pasti selalu ada ‘keributan’ antara mereka yang pro dengan mereka yang kontra.

Ribut-ribut ini kembali muncul saat seorang siswi SMP dikabarkan mengalami kelumpuhan usai menerima imunisasi MR.

Akibatnya ada orang yang jadi ragu untuk memberikan imunisasi bagi anak mereka. Informasi yang tidak memadai dan penyebaran berita palsu semakin menambah keraguan manfaat imunisasi, yang juga dikenal dengan istilah vaksin.

Lantas, benarkah imunisasi MR adalah penyebab seorang siswi di Demak, Jawa Tengah menjadi lumpuh?

Imunisasi MR adalah kombinasi vaksin campak atau measles (M) dan rubella (R). Imunisasi ini digunakan untuk perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus.

Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

Baca: Terkena Virus Rubella Saat Hamil, Wanita Ini Curhat Anaknya Terlahir Difabel, Kisahnya Mengharukan

Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin MR bisa mencegah dua penyakit sekaligus.

Sebenarnya hal yang wajar jika Anda mengkhawatirkan efek samping vaksin setelah melakukan imunisasi. Menurut National Health Service, semua vaksin memang berpotensi menyebabkan efek samping pada beberapa orang, namun efek samping ini cenderung ringan dan tidak berlangsung lama. Selain itu, tidak semua orang akan mengalami efek samping ini.

Efek samping yang biasa terjadi setelah melakukan vaksinasi adalah:

1. Reaksi suntikan seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan (ruam pada kulit)

2. Demam ringan

3.Gemetar

4.Lemas

5. Sakit kepala

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved