Heboh Bayi Kembar Siam Berkepala Dua Lahir Hari Ini di Sumatera, Netizen Doakan Bayinya Sehat
Anak kembar laki-laki itu berbadan satu tapi memiliki 2 kepala, kakinya 2 dan tangannya 4 serta alat kelaminnya hanya satu.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Di sana, ia menjadi parasit yang hidup dari tubuh saudaranya untuk bertahan hidup.
Ini adalah kondisi dimana janin yang cacat terbentuk di tubuh kembarannya.
Janin ditemukan di perut dalam 80 persen kasus, meskipun ada laporan yang terjadi di tengkorak.
Hanya ada 200 laporan yang pernah terjadi kasus ini.
Sementara diagnosis mulai populer, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan 'janin di fetu' sebagai varian teratoma matang, sejenis kanker dimana tumornya berkembang dengan baik.
Baca: Terungkap ! Satu Keluarga Tewas di Rumah Karena Keracunan Gas dari Genset, Ini Kronologinya
”Perut anak itu tumbuh membesar, namun keadaannya tidak diketahui selama bertahun-tahun karena baik orang tuanya maupun dokter tidak bisa mendiagnosis kondisinya ketika masih di tahap awal. Secara teknis, janin tersebut masih hidup dan tumbuh karena aktivitas metabolisme dalam tubuh Narendra," ujarnya.
Ayah Narendra, Prem Chandra, seorang petani, mengatakan bahwa dirinya lega karena akhirnya anaknya bisa kembali sehat.
“Hal yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun itu sekarang itu sudah dikeluarkan, saya lega. Ia sekarang bisa kembali ke sekolah dan menjalani hidup yang sehat,” ujarnya.

Dr. Singh adalah orang pertama yang melakukan penyelidikan medis yang tepat menggunakan USG dan CT scan, sebelum mendiagnosis kondisinya tersebut.
Kemudian para dokter melakukan pembedahan untuk mengangkat janin yang ternyata memiliki panjang 20 sentimeter dan memiliki batang rambut sepanjang dua meter.
“Dalam operasi selama tiga jam lamanya, kami mengangkat massa janin cacat tersebut, yang ternyata memiliki rambut, gigi, kepala yang kurang berkembang, serta struktur tulang dada dan tulang belakang, dengan banyak cairan kekuningan seperti ketuban dalam kantung. Sejauh ini, kami telah menyaksikan dua hingga tiga kasus seperti ini di India,” ujar Dr. Singh.
Bahkan di bulan Oktober, kasus yang sama dilaporkan dari India Timur, di mana seorang janin yang sudah mati ditemukan di dalam perut anak berusia empat tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kembar-siam_20171004_163256.jpg)