Kiper Persela Lamongan Choirul Huda Meninggal - Beredar Video Saat Kritis di UGD, Ini 6 Faktanya
Sebelum tak sadarkan diri, Choirul Huda sempat sadar dan merintih kesakitan sambil memegangi bagian dadanya.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Choirul Huda, kiper kesebelasan Persela Lamongan meninggal dunia usai menjalani laga melawan Semen PadangFC, Minggu (15/10/2017).
Ia meninggal dikarenakan terkena benturan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodriguez saat ingin menyelamatkan gawang.
Choirul Huda langsung tak sadarkan diri dan dievakuasi tim medis.
Di media sosial beredar video detik-detik saat ia berbenturan.
Selain itu, beredar juga video saat dirinya kritis di rumah sakit.
Berikut fakta-fakta soal meninggalnya Choirul Huda yang dihimpun TribunnewsBogor.com :
1. Benturan Dengan Rekan Sendiri
Choirul Huda mengalami benturan hebat saat ingin menghadang serangan lawan.
Nahas, saat menghadang serangan, ia justru berbenturan dengan Ramon Rodriguez.
Baca: Kiper Persela Choirul Huda Meninggal Dunia, Ini Video Detik-Detik Saat Berbenturan
Tubuhnya terbentur Ramon Rodriguez, hingga dirinya terpental.
2. Stadion langsung Hening
Dikutip dari Surya Malang, insiden datang dari benturan keras yang melibatkan Choirul Huda kiper Persela dan Ramon Rodrigues bek Persela didepan gawang ketika mengamankan gawang dari ancaman salah satu pemain semen Padang.
Akibatnya, Choirul Huda yang terkena benturan kaki Ramon, tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sebelum tak sadarkan diri, Choirul Huda sempat sadar dan merintih kesakitan sambil memegangi bagian dadanya.
Baca: Cerita Petugas Kamar Jenazah RSUD Ciawi, Ajak Ngobrol Mayat Tanpa Identitas Agar Bisa Pulang
Sementara meski menang 2-0 atas Semen Padang, kemenangan tersebut seperti tak berarti.
Seluruh pemain Persela Lamongan menangis.
Mereka menangis seolah tahu kondisi buruk rekan setimnya, Choirul Huda, yang tengah kritis di RS Soegiri, Lamongan.
3. Terbentur Leher dan Kepala
Sesuai pernyataan dari pihak Rumah Sakit Dr Soegiri Lamongan, Choirul Huda dipastikan meninggal pada pukul 17.15 WIB, Minggu (15/10/2017) sore.
"Sesampainya di rumah sakit masih ada. Lalu langsung kami berikan perawatan, lalu kritis dan meninggal tepat pukul 17.15 WIB," kata Zaki Mubarok dokter yang menangani Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) dikutip dari Surya Malang.
Dari analisa dokter, benturan yang menyebabkan Choirul Huda meninggal berasal dari benturan di kepala dan leher.
Bukan dada sebelah kiri yang disangka banyak pihak.
"Kalau dari pemeriksaan ini tadi ada benturan di kepala dan leher," jelasnya.
Pihak dokter RS Soegiri mengaku telah berusaha untuk menyelamatkan Huda, namun nyawanya tak tertolong.
4. Firasat Pelatih
Sebelum meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) petang, Pelatih Persela mengatakan sang kiper terlihat berbeda dari biasanya.
Choirul Huda dianggap sebagai penjaga gawang legenda Persela Lamongan lantaran seumur hidupnya ia hanya membela satu tim, yakni Persela Lamongan.
Dilansirdari Surya Malang, pelatih Persela Aji Santoso mengaku mendapat firasat sebelum Huda meninggal dunia.
Baca: Niat Nipu Rp 2,5 juta Penipu Ini Malah Rugi, Pilihan Warna Iphone yang Dicari Pembeli Menggelitik
Aji mengatakan dalam seminggu terakhir Huda memperlihatkan semangat yang luar biasa saat berlatih.
"Tidak tahu kenapa, dalam satu minggu terakhir ini Huda latihannya sangat bersemangat dan saya nilai ia paling siap meskipun Ferdiansyah juga siap," ujarnya.
Oleh karena itu, Aji memberikan kesempatan kepada Choirul Huda untuk menjaga gawang Persela pada saat pertandingan sore hari ini melawan Semen Padang.
5. Dimakamkan Malam Ini
Rencananya usai dimandikan, jenazah yang meninggal karena benturan keras dengan sesama pemain saat menjamu Semen Padang itu akan disalatkan di Masjid Agung Lamongan yang jaraknya tak jauh dari rumah duka.
Setelah itu jenazah akan dimakamkan malam ini juga.

Dari pantauan Surya.co.id, kini sanak saudara tengah mempersiapkan perlengkapan prosesi pemandian jenazah di halaman rumah.
"Nanti akan dimakamkan di TPU lingkungan Pagerwojo Kelurahan Suko Mulyo menggunakan ambulans. Jarak makam sekitar 2 kilometer dari rumah duka," ujar Andika Hangga media officer Persela pada Surya.co.id, Minggu malam (15/10/2017).
6. Video
Sebuah video saat Choirul Huda mengalami kritis di rumah sakit beredar di media sosial.
Terlihat dalam video tim dokter berusaha memberikan bantuan pernafasan kepada Choirul Huda.
Baca: Rumah Dikelilingi Tembok Tetangga, Kisah Nenek Buta Ini Bikin Haru, Begini Cara Mencapai Rumahnya
Tampak dokter juga menekan-nekan bagian dada Choirul Saleh.
Berikut videonya :