Ini Alasan Roza, Dosen Wanita IPB yang Tak Takut Melaut
nelayan tidak terlalu susah payah menentukan daerah penangkapan ikan, karena secara otomatis akan berkumpul di sekitaran rumpon.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Indonesia memiliki lautan yang luasnya melebihi daratan.
Selama ini melaut hanya jadi milik nelayan yang kebanyakan pria.
Bagi wanita, melaut jadi pekerjaan yang menakutkan.
Tapi tidak dengan Dr Roza Yusfiyandayani, sosok perempuan tangguh yang saat ini tercatat sebagai Dosen Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sikapnya yang ulet dalam meneliti dan pemberani mengantarkan namanya sebagai pencetus inovasi "Rumpon Portable".
Rumpon portable merupakan pengembangan dari rumpon konvensional yang menggunakan konsep respon ikan terkait penggunaan frekuensi suara dan tali rafia pada atraktor.
Alat bantu penangkapan ini dapat dioperasikan di perairan yang diinginkan oleh nelayan.
Rumpon ini terdiri atas pelampung yang merupakan box penyimpanan rumpon itu sendiri, tali, atraktor dan juga alat penghasil gelombang suara.
Dengan rumpon, nelayan tidak terlalu susah payah menentukan daerah penangkapan ikan, karena secara otomatis akan berkumpul di sekitaran rumpon.
Roza bisa dikatakan pemberani, karena untuk mengambil fokus di bidang teknologi alat tangkap harus turun langsung ke tengah lautan. Karakter keberanian inilah yang juga ditularkan kepada setiap mahasiswa didik terutama mahasiswa bimbingan skripsinya.
Dengan karakter ulet dan berani, Roza pun tidak menghilangkan sifat keibuannya.
Dalam mendidik mahasiswanya dia selalu tegas dan bersahabat, sehingga tak jarang mahasiswa yang memintanya untuk menjadi pembimbing, baik pembimbing skripsi maupun untuk lomba-lomba.
Sebagai contoh, di tahun 2017 ini Roza berhasil mengantarkan mahasiswa bimbingannya lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 30 di Makassar.
Selain itu, sebelumnya ia pernah juga mengantarkan mahasiswanya yang bernama Saeful Mubarok sebagai peraih medali perak di kompetisi internasional tentang teknologi perikanan di Malaysia.
"Untuk para pemuda Indonesia, jangan takut kembali ke laut. Karena Indonesia negara maritim," ujarnya dalam siaran pers Humas IPB.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/roza-yusfiyandayani_20171020_140836.jpg)