IPB dan Pemkot Bogor Gelar Diklat untuk Aparatur Sipil Negara
melalui Diklat ini diharapkan dapat meningkatkan kembali nilai-nilai etos kerja, agar tercipta birokrasi bersih, akuntabel
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyelenggarakan Diklat "Pengembangan Etos Kerja dan Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Bogor Menuju Proses Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik".
Acara digelar di Grand Mulya Bogor Resort dan Convention Hotel, Gumati, pada tanggal 3-4 November 2017.
Panitia Penyelenggara, Warcito, MM, menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta.
"Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang prinsip-prinsip pengembangan etos kerja dan integritas ASN, meningkatkan pemahaman ASN secara individu dan kelembagaan tentang PP No 11 tahun 2017 dan memperkuat teamwork ASN yang handal," ujar Warcito yang juga Sekretaris Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Pemkot Bogor, Fetty Qondarsyah, mengatakan Diklat ini sangat penting bagi revolusi mental ASN di lingkungan BKSDA Pemkot Bogor.
Dikatakannya, melalui Diklat ini diharapkan dapat meningkatkan kembali nilai-nilai etos kerja, agar tercipta birokrasi bersih, akuntabel, melalui sikap perilaku ASN, sehingga pelayanan lancar, efektif dan efisien.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam pengarahannya menyampaikan agar ASN di lingkungan Pemkot Bogor bisa membaca perubahan zaman.
"Zaman berubah cepat. Jika bisa membaca tantangan zaman, ia akan bertahan. Jika tidak mampu dalam tantangan zaman, tidak akan jadi pemenang," ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, perlu dibaca dengan cermat oleh para ASN Pemkot Bogor. Jangan sampai terlindas oleh kemajuan zaman.
"Bagaimana ASN bisa menghadapi tantangan teknologi yang demikian canggih. Karenanya, pelatihan ini menjadi penting untuk merawat semangat kita," tegasnya.
Diklat diisi oleh para narasumber inspiratif, di antaranya Jamil Azzaini (Inspirator Sukses Mulia), Ridwan Hasan Saputra, (Direktur KPM dan Penemu Permainan Matematika Bela Negara) serta peneliti P2SDM LPPM IPB, Yannefri Bakhtiar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/bima-arya_20171107_192358.jpg)