Pilkada Kota Bogor 2018
Bakal Calon Wakil Wali Kota Bogor Ini Pernah Menjadi Cover Boy dan Artis Sinetron
Setelah itu pada tahun 2008, Ia pun mulai membuka beberapa usaha diantaranya adalah travel haji dan umrah.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arfvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sefwelly Ginanjar, Bakal Calon Wakil Wali Kota Bogor ini rupanya memiliki banyak pengalaman menarik dalam masa muda nya.
Pria yang maju di Pilkada Kota Bogor 2018 ini mempunyai segudang pengalaman menarik.
Satu diantaranya adalah kisah saat SMA yang pernah menjadi cover majalah remaja.
Pria yang akrab disapa Kang Welly ini menceritakan bahwa saat itu dirinya masuk ke dalam sebuah majalah Bogor menjadi pelajar terfavorit.
Ketika itu Ia pun masuk menjadi Cover Boy majalah remaja dan sempat memerankan beberapa iklan produk.
"Waktu SMA selain belajar di sekolah ormal saya juga aktif di luar, jadi waktu itu saya masuk majalah remaja menjadi Cover Boy, kemudian membidangi beberapa iklan," katanya saat di temui di tempat usahannya di Jalan Artzimar II, Senin (18/12/2017)
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Kesenian Jakarta pada jurusan Cinematografi itu pun pernah main di film 'Cinta SMU' dan film 'Montir-montir Cantik'.
Namun tidak berhenti disitu, Pria kelahiran Bogor yang banyak menghabiskan masa kecilnya di kawasan Jalan Kedung Halang ini pun aktif di beberapa organisasi kepemudaan ketika dirinya menjalani kuliah di Universitas Trisakti jurusan Hukum.
Setelah itu pada tahun 2008, Ia pun mulai membuka beberapa usaha diantaranya adalah travel haji dan umrah.
Saat ditanya mengenai ketertarikannya untuk masuk ke dalam dunia politik hingga masuk dalam bursa bakal calon wali kota Bogor Ia pun mengatakan bahwa keinginan itu tidak direncanakan.
"Beberapa tahun lalu saya Hijrah untuk terus memperbaiki diri saya dan kehidupan saya, dari situ pula titik awal saya masuk ke dalam politik praktis," ujar Pria yang sering diundang untuk mengisi tausiyah.
Welly juga menceritakan bahwa pemimpin itu lahir dari tengah masyarakat.
Karena menurutnya pemimpin itu ada dari dalam bagian masyarakat itu sendiri.
"Nah lahirnya seorang pemimpin itu karena dari hal yang tidak direncanakan, karena dalam situasi dan kondisi yang dia rasakan saat itu maka munculah seorang pemimpin, seperti halnya dalam sejarah, pemimpin itu hadir dari dalam masyarakat itu sendiri, dia merasakan penderitaan rakyat dia tau sistem yang ada dalam masyarakat sehingga dia bisa merubah sistem yang tidak baik menjadi baik," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/bakal-calon-wakil-wali-kota_20171218_234824.jpg)