Libur Panjang Hiasan Kembang Kayu Jadi Primadona Wisatawan di Puncak

kembang Kayu tersebut merupakan asli buatan tangan warga Kampung Kota Batu, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Libur Panjang Hiasan Kembang Kayu Jadi Primadona Wisatawan di Puncak
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kembang Kayu oleh-oleh khas Puncak jadi incaran wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata tersebut. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Kembang kayu yang dijajakan di kawasan Taman Wisata Matahari ini banyak diminati wisatawan saat liburan panjang ini.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (29/12/2017), para pembeli yang rata-rata ibu-ibu memenuhi buah tangan asli Puncak Bogor ini.

Menurut penjual kembang kayu, Dika (26), oleh-oleh Puncak tersebut merupakan asli buatan tangan warga Kampung Kota Batu, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

"Ini mah buatan warga Cilember, satu kampung tiap rumah suka bikin kembang kayu ini untuk dijual, ada orangtua ada juga pemudanya," ujar Dika kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (29/12/2017).

Baca: Turis Asing Kagum Lihat Bentuk Senjata Khas Jawa Barat

Pria yang sudah enam tahun berjualan ini juga menjelaskan bahwa kembang kayu dibuat dari bebagai jenis pepohonan.

Kembang Kayu khas Puncak, Kabupaten Bogor.
Kembang Kayu khas Puncak, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dimana potnya terbuat dari pohon pakis, ranting terbuat dari pohon anam (hahayaman), bunganya terbuat dari kayu serta buah bungbuay ditambah kuncupnya yang terbuat dari buah rotan.

"Kalau bunganya ini terbuat dari kayu yang direcah, ditipisin, kalau bunga yang warna coklat dari buah bungbuay yang diambil dari hutan," terang Dika.

Baca: Sakit Hati, Pria Ini Tidak Membuka Kado dari Mantan Kekasih Selama 47 Tahun, Isinya Apa Ya?

Harganya pun menurut Dika disesuaikan dengan ukurannya mulai dari Rp 35 ribu sampai 150 ribu per potnya.

Ia juga menambahkan bahwa ia dan warga sekampungnya juga menerima pesanan pembuatan bunga kayu tersebut.

"Sehari biasanya saya jual sampe 10 pot, yang pesen juga suka ada, seperti pernah dulu ada yang pesen tuh dari Palembang dan Jakarta," ungkapnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved