Imlek 2018

Bukan Karena Bangunannya, Ternyata ini Alasan Kelenteng Pan Kho Bio Dijadikan Cagar Budaya

Keberadaan Klenteng Pan Kho Bio di Kota Bogor sejak tahun 1703 dan ditemukan pada masa penjajahan oleh orang Belanda.

Bukan Karena Bangunannya, Ternyata ini Alasan Kelenteng Pan Kho Bio Dijadikan Cagar Budaya
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Sebuah batu di Vihara Pan Kho Bio, Jumat (16/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunNewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Sebuah tempat yang dijadikan situs cagar budaya biasanya ditetapkan berdasarkan usia dan keaslian bangunannya.

Namun berbeda dengan Vihara Mahabrahma atau Klenteng Pan Kho Bio di Kampung Pulo Geulis.

Pemerhati Sejarah Kampung Pulo Geulis, Abraham Halim (61) atau akrab dipanggil Bram, mengatakan Vihara Mahabrahma tidak dapat dilihat dari wujud bangunannya.

"Bukan bangunannya, tapi karena ada warisan sejarah purbakala dari jaman Megalithikum di sini," ujar Bram, Jumat (16/2/2018).

Dari penjelasan Bram, batu berukuran besar yang ada di dalam aula vihara itu juga menjadi petilasan Mbah Raden Mangku Jaya, tokoh leluhur tanah Sunda.

Keberadaan Klenteng Pan Kho Bio di Kota Bogor sejak tahun 1703 dan ditemukan pada masa penjajahan oleh orang Belanda.

Klenteng Pan Kho Bio atau Vihara Mahabrahma mengalami pemugaran total pada tahun 1984 dan direnovasi lagi di tahun 2008.

Bram mengatakan, bukan hal yang mudah untuk meyakinkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor agar menjadikan vihara itu sebagai situs cagar budaya.

"Setelah beberapa kali diskusi bersama, baru lah Vihara Mahabrahma ini jadi warisan cagar budaya," ungkap Bram.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved