Misteri Tanjakan Emen dan Dugaan Penyebab Elf Terguling, Lokasinya Sama dengan Kecelakaan Bus Maut

Kecelakaan tunggal itu terjadi tepat di lokasi kejadian kecelakaan bus maut yang menyebabkan 27 orang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram
Mini bus elf alami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bandung-Subang, Daerah Cicenang, Kecamatan Ciater, Subang, Senin (11/3/2018) 

Malah hingga kini warga maupun pengendara masih melakukan tradisi buang rokok setiap melintas di Tanjakan Emen.

Mitos mistis tersebut kerap dikait-kaitkan dengan rentetan kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut.

Baca: Tak Hanya Tanjakan Emen, Ini Daftar 8 Tanjakan Maut Di Indonesia, Salah Satunya Di Puncak Bogor

Jika dari arah Subang disebut tanjakan Emen, dari Bandung disebut turunan Emen.

Mitos mistis itu kemudian melahirkan tradisi. Warga melintas membuang rokok di sepanjang jalan turunan atau tanjakan Emen.

Tradisi itu kata Dedi (45) warga Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

"Sudah dari dulu tradisi itu mah," ujarnya.

Persis di lokasi kejadian tabrakan, Tribun Jabar melihat langsung seorang perempuan dibonceng di sepeda motor yang ‎melemparkan sebatang rokok. Saat itu, Tribun Jabar sempat saling memandang dengan perempuan tersebut.

Baca: 10 Tahun Jagain Jodoh Orang, Kisah Asmara Pria Ini Pacaran Dari 2008 Endingnya Nyesek

Setelah dibuang, bibir perempuan tersebut tampak membaca sesuatu kemudian berlalu.

Saat dicek, rokok yang dibuangnya berupa rokok putih.

Tribun Jabar menyusuri pinggiran lokasi kejadian. Tampak sejumlah rokok baru bertebaran. Sedikitnya ada lima hingga tujuh batang rokok baru atau tidak ada bekas dibakar.


Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Sebatang rokok yang dilemparkan pengendara saat melewati Tanjakan Emen di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (11/2/2018)
Tribun Jabar/ Mega Nugraha Sebatang rokok yang dilemparkan pengendara saat melewati Tanjakan Emen di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (11/2/2018) ()

Dedi mengatakan, tradisi membuang rokok yang konon katanya untuk buang sial itu masih dilakukan hingga saat ini.

"Di sepanjang turunan saja dari Tangkuban Perahu sampai Kampung Aster. Kadang kalau rokoknya masih bagus kami ambil, kalau dikumpulkan bisa dapat satu bungkus," ujar Dedi.

Asal usul nama Tanjakan Emen pun sudah diperbincangkan sejak lama oleh warga.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved