Nyepi 2018
Setiap Nyepi Kenapa Ogoh-ogoh yang Diarak Selalu Berbentuk Seram ?
Ritual ogoh-ogoh itu memiliki makna tersendiri bagi umat Hindu dalam menyambut tahun baru Nyepi.
Penulis: Aris Prasetyo Febri | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA – Setiap satu hari menjelang tahun baru Nyepi pasti ada ritual mengarak ogoh-ogoh setelah upacara Tawur Agung Kesanga selesai dilaksanakan.
Tak terkecuali tahun ini, Pura Bhuminatha Sakti Kota Bogor juga mengarak ogoh-ogoh untuk menyambut tahun baru Nyepi saka 1940.
Pengurus Pura Bhuminatha Sakti, I Made Astawa mengatakan ogoh-ogoh ini wajib diadakan setiap tahunnya.
"Kita ingin melakukan semua rangkaian ritual pembersihan diri secara lengkap, nah ogoh-ogoh juga menjadi hal yang wajib," ujar Astawa kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (16/3/2018).
Ritual ogoh-ogoh itu memiliki makna tersendiri bagi umat Hindu dalam menyambut tahun baru Nyepi.
Pinandita atau pemangku agama di Pura Bhuminatha Sakti, Ketut Sutame menjelaskan ogoh-ogoh sebagai wujud dari Butha Kala dalam kepercayaan Hindu.
"Butha kala itu penyebab terjadinya ketidakstabilan dalam kehidupan, seperti hal-hal buruk atau negatif dalam diri manusia," ujar Sutame.
Akan tetapi, Sutame mengatakan tidak mengetahui bagaimana wujud asli dari Butha Kala tersebut.
"Kita enggak tau rupanya seperti apa, tapi energi buruk selalu digambarkan jahat dan menyeramkan," kata Sutame.
Sebagai wujud pembersihan diri dari segala macam hal negatif, Sutame menuturkan setelah diarak ogoh-ogoh itu kemudian akan dihancurkan.
"Itu kan sebagai simbolisasi pembersihan diri dari hal-hal negatif untuk menyambut lembaran yang baru, ada yang dibakar atau dirusakkan saja," kata Sutame.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ogoh-ogoh_20180316_211628.jpg)