Soal Perang Dagang Amerika Serikat - China, Kira-kira Pihak Mana Yang Paling Dirugikan ?
Pemerintah China bersiap membalas langkah Presiden AS Donald Trump, dengan mempertimbangkan pemberlakuan tarif bea masuk produk AS.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah China bersiap membalas langkah Presiden AS Donald Trump, dengan mempertimbangkan pemberlakuan tarif bea masuk untuk berbagai produk AS senilai 3 miliar AS atau sekitar Rp 40 triliun.
Daftar produk AS yang bisa dikenakan bea masuk di China antara lain daging babi, minuman anggur, buah, dan kacang-kacangan serta pipa baja anti karat (stainless steel), dan lain-lain.
Meski demikian, China menyerukan agar AS untuk tidak mengarahkan hubungan perdagangan kedua negara ke "wilayah yang berbahaya".
Beijing mengatakan, mereka berharap AS akan kembali menarik diri "dari ambang" perang dagang.
Pada Kamis (22/3/2018) pemerintah AS mengumumkan rencana memberlakukan tarif hingga 60 miliar dolar atau Rp 826 triliun terhadap berbagai barang yang diimpor dari China dan membatasi investasi negara itu di AS.
Langkah ini disebut merupakan pembalasan terhadap dugaan pencurian kekayaan intelektual oleh Cina sejak beberapa tahun lalu.
Menangapi hal itu, Kementerian Perdagangan China, pada Jumat (23/3/2018) mengatakan, kerjasama ekonomi adalah satu-satunya pilihan yang tepat untuk kedua negara.
Mereka mendesak AS untuk menangani masalah melalui dialog dan menghindari akibat buruk jangka panjang terhadap hubungan kedua negara.
Baca: Balas Seruan Perang Dagang Dari Trump, China Bakal Terapkan Ini Untuk Produk AS
Baca: Apa Penyebab Seseorang Bisa Berhalusinasi ? Begini Penjelasannya
Meski demikian, Pemerintah China mengatakan berencana untuk mengambil dua langkah pengenaan tarif sekaligus sebagai pembalasan:
- Tarif cukai 15 persen untuk 120 barang senilai hampir 1 milyar dolar atau Rp 13,5 triliun terhadap produk seperti buah segar, kacang dan minuman anggur
- Tarif cukai 25 persen untuk delapan barang senilai hampir 2 miliar dolar AS atay Rp 27 triliun, termasuk berbagai produk aluminium.
Langkah pertama akan diberlakukan jika AS tidak mencapai kesepakatan perdagangan.
Langkah kedua diambil setelah evaluasi lebih lanjut pada tarif bea masuk AS.
China mengatakan, meski tidak menginginkan perang dagang, negeri itu tidak takut untuk melakukannya.
Beijing juga menyiapkan rencana melakukan tindakan hukum melalui Asosiasi Perdagangan Dunia untuk menggugat pemberlakuan tarif bea masuk oleh AS terhadap produk baja dan almunium impor yang ditetapkan bulan lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/trump_20180324_171402.jpg)