Mengenal Gangguan Bipolar, Apa Perbedaannya Dengan Skizofrenia ? Ini Penjelasannya
seringkali banyak orang yang menganggap bipolar sama dengan Skizofrenia. Apa perbedaannya ?
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - 30 Maret selalu diperingati sebagai hari bipolar sedunia.
Tapi tahukah Anda alasan mengapa tanggal tersebut dipilih?
Ternyata tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Vincent Van Gogh.
Van Gogh sendiri merupakan salah satu pelukis yang terkenal dengan lukisan berjudul Starry Night.
Hari bipolar jatuh tepat pada pelukis tenar itu karena Van Gogh memang menderita gangguan bipolar.
Seperti yang banyak orang tahu, bipolar merupakan kondisi mental di mana seseorang dengan mudah berganti suasana hati.
Emosi yang naik turun pada gangguan bipolar sering kali dianggap sebagai halangan untuk seseorang beraktivitas.
Namun, Van Gogh sendiri telah membuktikan bahwa itu tak sepenuhnya benar.
Namun seringkali banyak orang yang menganggap bipolar sama dengan Skizofrenia.
Baca: Apa Penyebab Seseorang Bisa Mengidap Gangguan Bipolar ? Begini Penjelasannya
Dilansir dari Kompas.com, Gangguan bipolar memiliki beberapa gejala yang hampir mirip dengan skizofrenia.
Kedua kondisi mental ini sama-sama mengalami semacam jeda dari kenyataan yaitu halusinasi dan delusi.
Hal ini membuat keduanya sering kali sulit dibedakan.
Tapi apa perbedaan keduanya?
"Kalau skizofrenia itu gangguan ola pikir, sedangkan bipolar hanya gangguan mood," ungkap dr Engelberta Pardamean Sp.KJ dilansir dari Nova.grid.id, Selasa (07/03/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/bipolar_20180330_164225.jpg)