Volume Sampah Kota Bogor Naik 2 Persen, Kebanyakan Dari Rumah Tangga

Dari jumlah tersebut sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga mencapai 2.100 meter kubik.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Truk sampah miring 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Setiap tahunnya volume sampah di Kota Bogor naik sebanyak dua persen.

Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, M. Ade Nugraha mengatakan di tahun 2018 sampah yang dihasilkan di Kota Bogor tercatat 2.900 meter kubik atau setara 600 ton per hari. 

Menurut Ade jumlah penduduk mempengaruhi faktor kenaikan volume sampah.

Karena kata Ade, penghasil sampah tertinggi di Kota Bogor itu dari rumah tangga yang mencapai 60 persen.

Dari jumlah tersebut sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga mencapai 2.100 meter kubik.

Sedangkan sisanya dikelola oleh 26 Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) reduce reduce dan recyle (3R) serta 20 bank sampah yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bogor.

"Kemampuan kita baru mencapai 74 persen sampah dibuang ke TPA Galuga. Ada juga yang belum mampu tangani, misalnya sampah di bantaran sungai, dan memang kesadaran warga di sana untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah, sekitar 10 persen sampah dihasilkan dari belasan kali yang ada," kata Ade.

Ade menambahkan bahwa persoalan sampah di Kota Bogor haruslah diselesaikan dari hulunya.

"Jadi penanganannya di hulu  gencar menggalakkan TPS 3R dan bank sampah termasuk menumbuhkan kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved