Konsumsi Teh Hijau Bisa Sebabkan Kerusakan Hati Lho! Asalkan . . .
Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi teh hijau lebih dari 800 mg per hari bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Selama ini kita tahu bahwa teh hijau adalah salah satu minuman yang punya banyak manfaat untuk kesehatan.
Teh hijau sering kali jadi pilihan karena dianggap lebih sehat dari teh hitam yang biasa kita konsumsi.
Teh hijau yang diproses tanpa proses fermentasi memungkinkan kandungan antioksidan di dalamnya lebih utuh saat diserap tubuh.
Tapi bagi kamu penggemar teh hijau, sebaiknya lebih bijaksana saat mengonsumsinya.
Baca: Dibilang Norak, Kampungan dan Ndeso, Ini Tips Jitu Inul Daratista Hadapi Cibiran: Sing Penting Happy
Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Badan Keamanan Pangan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) mengungkapkan fakta yang perlu diwaspadai.
Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi teh hijau lebih dari 800 mg per hari bisa menyebabkan kerusakan pada hati.
Tapi tenang, mengonsumsi teh hijau dalam bentuk seduhan sesungguhnya masih tergolong aman.
Hal ini disebabkan karena kandungan antioksidannya sesuai dengan takaran yang memang dibutuhkan oleh tubuh.
Yang berbahaya adalah saat kita mengonsumsi teh hijau dalam jumlah banyak, seperti bubuk matca atau suplemen.
Baca: Lahirkan Bayi Kembar, Begini Foto-foto Kadek Devi Saat Hamil, Tetap Menawan Meski Perutnya Buncit
Mengutip dari Kompas.com, suplemen teh hijau rata-rata mengandung 5-1000 mg antioksidan.
Sementara teh hijau yang diseduh biasanya kandungan antioksidannya hanya mencapai 90-300 mg.
Suplemen teh hijau mengandung konsentrasi polifenol yang tinggi, termasuk epigallocatechin-3-gallate atau EGCG.
Mengonsumsi EGCG dengan kadar 700-2000 mg per harinya bisa memicu kerusakan hati akibat penumpukan racun.
Baca: PDIP Puji Kualitas Jusuf Kalla Sebagai Wapres, Tapi Sulit Disandingkan Lagi dengan Jokowi
Seperti yang diwartakan oleh Timesnownews.com, para peneliti menemukan bahwa konsumsi antioksidan berlebihan justru berbahaya bagi kesehatan.
Penumpukan zat yang berlebih pada akhirnya akan memberatkan kerja hati.
Hal ini bisa berujung pada resiko keracunan.
Padahal selama ini antioksidan EGCG pada teh hijau kerap dijadikan suplemen tambahan untuk kesehatan.
Terlebih karena bisa membantu menurunkan berat badan, membantu memperbaiki kerja jantung, bahkan menekan resiko kanker.
Baca: PDIP Puji Kualitas Jusuf Kalla Sebagai Wapres, Tapi Sulit Disandingkan Lagi dengan Jokowi
Melansir laman Livestrong, batas konsumsi teh hijau seduh yang aman bagi tubuh adalah 10 cangkir per hari.
Saat kamu mengonsumsi suplemen teh hijau, bisa jadi asupannya mencapai 50 kali lebih banyak dari satu cangkir teh.
Buat kamu yang ingin mengonsumsi suplemen teh hijau, ada baiknya untuk konsultasi terlebih dahulu pada ahli gizi.
Tujuannya agar kamu bisa mengetahui takaran yang pas dalam mengonsumsi minuman ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/teh-hijau_20180212_074143.jpg)