Debat Publik Pilkada Kota Bogor
Bahas Konversi Angkot, STS : Konversi Angkot Tidak Perlu
soal rerouting angkot, ia menemukan ternyata da pihak meminta Rp 15 juta untuk memindahkan rute angkot ke rute yang masih kosong.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - isu konversi angkutan kota (angkot) menjadi bus menjadi perdebatan hangat dalam Debat Publik Pilkada Kota Bogor 2018 yang digelar di Metro TV, Sabtu (5/5/2018).
Usai memeparkan visi dan misi di sesi pertama, para paslon Wali Kota Bogor-Wakil Wali Kota Bogor diberi kesempatan untuk saling bertanya di sesi berikutnya.
Dalam kesempatan itu, Calon Wakil Wali Kota Bogor Nomor Urut 1, Zaenul Mutaqin memberikan pertanyaan kepada Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 4, Sugeng Teguh Santoso.
Pertanyaan tersebut yakni membahas soal konversi angkot yang dinilainya mandek.
"Konversi itu sebenarnya tidak perlu, tapi angkot sebagai badan hukum itu tetap (dijalankan). Menggunakan bus sepertinya tak mungkin karena badan jalan tak mungkin diperlebar," jawab STS.
Lalu, pihaknya menemukan ada satu surat namun ada lebih dari 2 mobil angkot.
"Jadi itu harus dipangkas dulu. Kemudian law enforcement dan ini butuh kerjasama dari pihak kepolisian, Kemacetan dikontribusi pada ketidaktaatan pengguna jalan," katanya.
Lalu lagi, soal rerouting angkot, ia menemukan ternyata da pihak meminta Rp 15 juta untuk memindahkan rute angkot ke rute yang masih kosong.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor memang telah memogramkan konversi angkot ini, dimana 3 angkot akan dikonversi menjadi 1 bus, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah angkot yang kini jumlahnya sudah mencapai sekitar 3400 unit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/debat-pilkada-kota-bogor_20180505_213818.jpg)