Surabaya Diteror Bom

Gara-gara Bom di Surabaya, Inggris dan Amerika Serikat Keluarkan Travel Advice

Teror bom di Indonesia juga berdampak pada turis Indonesia yang sedang melakukan traveling di Indonesia.

Tayang:
Editor: khairunnisa
Istimewa
Ledakan Bom di gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Peristiwa teror bom di Surabaya tidak hanya mengancam penduduk Indonesia.

Teror bom di Indonesia juga berdampak pada turis Indonesia yang sedang melakukan traveling di Indonesia.

Baru-baru ini sedang heboh teror bom di Surabaya.

Tiga bom mengguncang tiga gereja di Surabaya, lokasi pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel.

Teror kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan ketiga berada di Gereja Pentakosta Pusat Surabaya di Arjuna.

Presiden Joko Widodo juga ke Surabaya untuk menjenguk korban.

Baca: Kisah Suami Istri Pengebom Gereja Surabaya, Sempat Tak Direstui Menikah Hingga Punya Rumah Mewah

Joko Widodo juga memastikan negara menanggung semua biaya pengobatan korban ledakan bom.

"Kita berdoa kepada korban yang meninggal dunia, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Jokowi.

Menangapi peristiwa bom ini, Amerika Serikat keluarkan travel advice bagi warganya yang ada di Indonesia.

"Teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Indonesia. Teroris mungkin menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, menyasar kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub malam, tempat belanja, dan restoran," tulisnya dalam rilis resmi Travel.state.gov.

Baca: Cerita Adik Kelas Soal Gelagat Pelaku Bom Bunuh Diri di Surabaya 25 Tahun Lalu : Akhirnya Terjadi

Pemerintah Amerika Serikat juga menyarakankan warganya untuk memantau media lokal.

Selain Amerika Serikat, Inggris juga mengeluarkan Travel Advice.

"Pada 13 Mei 2018 terjadi ledakan di tiga gereja di Surabaya di Jawa Timur yang menyebabkan sejumlah kematian dan korban jiwa. Kedutaan Besar melakukan kontak dengan pihak berwenang setempat. Jika Anda berada di area tersebut, Anda harus memantau media lokal, berhati-hati, dan mengikuti saran dari otoritas lokal," tulis pemerintah Inggris dalam rilis resmi mereka.

Baca: Tangis Wali Kota Surabaya Pecah Saat Tahu Warganya Jadi Korban dan Pelaku Bom : Ini Menyakitkan

Dalam rilisnya, pemerintah Inggris menjelaskan kemungkinan teroris melakukan serangan di Indonesia.

"Kamu harus sangat waspada selama periode liburan termasuk periode Natal dan Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, Hari Paskah dan Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Bali) (17 Agustus)," tulisnya.

Travel Advice ini masih bersifat himbaun belum sampai pada tataran larangan berkunjung.

Warga Inggris dan Amerika Serikat masih boleh mengunjungi Indonesia.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Baca: Lagi Asik Nge-Vlog, Bianca Jodie Tiba-tiba Kentut, Vlogger Sebut Bau Banget Pantes Banyak Haters

Baca: Lama Tak Terdengar, Rafael SMASH Dikabarkan Telah Resmi Berpacaran, Ini Foto-foto Mesranya

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Terkait Bom di Surabaya, Inggris dan Amerika Serikat Keluarkan Travel Advice,

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved