Inilah Pesantren Untuk Anak-anak Narapidana Teroris, ' Awalnya Mereka Penuh dengan Kebencian'

Ya, pelaku pengeboman di lokasi berbeda di Surabaya itu turut mengajak istri serta anak-anaknya untuk melakukan aksi tersebut.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Vice News
kolase 

"Ide bikin pesantren saat di dalam penjara. Saya lihat anak saya itu tidak sekolah karena stigma anak teroris. Dia sampai keluar dari sekolah," tutur Khairul.

"Saya berpikir kalau anak saya seperti ini bagaimana dengan 600 mantan teroris lainnya. Kalau dikali tiga saja maka ada ribuan anak yang berpotensi ikut jejak bapaknya," kata dia.

Pesantren yang dia dirikan itu tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren pada umumnya.

Hanya saja, Al Hidayah memiliki progam atau mata pelajaran deradikalisasi.

Mata pelajaran itu disusun sendiri oleh Khairul dan diajarkan pada sekitar 20 anak dari keluarga mantan terpidana teroris.

Ada empat poin utama yang diajarkan, yakni penanaman sifat kritis terhadap ajaran-ajaran radikal, pluralisme, indoktrinasi agama yang mengajarkan kedamaian dan menghindari ajaran agama yang bersifat dogmatis.

Baca: Begini Doa Menyambut Bulan Puasa Ramadhan dan Penjelasan Tafsirnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved