Miris! Wanita Pengemis Ini Gencar Cari Uang, Meninggal Di Samping Tumpukan Uang dan ATM Saldo Rp 1M
Fatima sudah tinggal di jalanan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Setiap harinya Fatima mengemis meminta belas kasihan orang yang lewat.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wanita ini selama hidupnya gencar mencari uang.
Uangnya semakin hari semakin banyak, namun ia tak meninggalkan pekerjaannya.
Pekerjaannya ini adalah pengemis. Meski sudah punya banyak uang, perempuan ini masih berpura-pura hidup susah.
Namun ketika di akhir hayatnya, ia pun meninggal dengan mengenaskan. Ia meninggal di samping saldo atm yang berjumlah satu miliar lebih.

Baca: Terungkap, Begini Cerita Dibalik Ibu-Ibu di Dalam Magic Jar di Iklan Ramayana, Ternyata Gak Diedit !
Baca: Jadwal Buka Puasa Wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Hari Kedua Ramadan, 18 Mei 2018
Berikut cerita selengkapnya!
Dikutip dari Al Arabiya, Rabu (16/5/18) seorang pengemis wanita bernama Fatima Mohammed Othman asal Lebanon ditemukan meninggal dunia.
Fatima ditemukan meninggal didalam mobil sewaannya di jalanan distrik Ouzai, Beirut.
Menurut polisi, Fatima meninggal karena memang sudah tua dan tak ada tanda-tanda penganiayaan terhadap dirinya.

Penduduk setempat mengatakan bahwa Fatima sudah tinggal di jalanan tersebut selama lebih dari 20 tahun.
Setiap harinya Fatima mengemis meminta belas kasihan orang yang lewat.
Baca: Tidak Ingin Mudah Haus Selama Berpuasa? Coba Konsumsi Minuman Ini Selepas Sahur
Baca: Jadwal Buka Puasa Wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Hari Kedua Ramadan, 18 Mei 2018
Baca: Terungkap, Begini Cerita Dibalik Ibu-Ibu di Dalam Magic Jar di Iklan Ramayana, Ternyata Gak Diedit !
Dari hasil mengemisnya ia mampu menyewa sebuah mobil untuk tempat tinggalnya.
Ketika pihak berwajib hendak memeriksa kondisi jenazah Fatima, betapa kagetnya ketika mereka menemukan tumpukan uang di tas kresek di samping mayat perempuan itu.
Didalam tas kresek berwarna hitam tersebut pihak berwenang menemukan uang sejumlah 5 juta Lira Lebanon (Rp 46 juta).

Tidak cukup tumpukan uang, didalam tas milik Fatima juga ditemukan buku saldo rekening tabungan bank senilai 1,2 juta US Dolar atau setara Rp 1,6 miliar!
Penghasilan yang sangat banyak untuk seorang pengemis.
Para pengguna media sosial bertanya-tanya bagaimana bisa seorang wanita yang berprofesi sebagai pengemis bisa mempunyai uang sebanyak itu.
Jenazah Fatima kemudian segera disucikan dan dikembalikan kepada keuarganya di Akkar untuk segera dimakamkan.
Baca: Ini Alasan Risma Sujud di Depan Takmir Masjid, Belum Tentu Derajat Saya Lebih Tinggi
Baca: Jokowi Kritik SBY Soal Subsidi BBM, Ferdinand Hutahaean : Sekarang Justru Rakyat Dieksploitasi
Pengemis ini Simpan Rp 55 Juta
Othman dikenal sebagai pengemis di distrik Barbir, Beirut.
Sebuah foto yang menuai kekaguman menunjukkan seorang tentara memberikan minum kepadanya sebab dia dapat menggunakan tangan dan kakinya.
Sang prajurit kemudian mendapat pujian oleh komandannya atas perbuatan belas kasih dan kemanusiaannya.
Namun, banyak pengguna media sosial mengejek foto itu karena mengetahui profesi pengemis di Barbir sangat menggiurkan.

Baca: Tidak Ingin Mudah Haus Selama Berpuasa? Coba Konsumsi Minuman Ini Selepas Sahur
Baca: Cuaca Mendung, Lalu Lintas Di Jalan Raya Puncak Depan Kantor Kecamatan Cisarua Ramai Lancar
Selama puluhan tahun, Othman memperoleh belas kasihan dari warga.
Dia tidak berbicara atau memohon, namun banyak penduduk yang lewat iba melihat sorot matanya.
"Saya lewat distrik Barbir setiap hari ketika pegi ke sekolah hingga saya sampai kuliah. Othman duduk di atas koran di trotoar dekat kedai kopi saat musim panas dan dingin," kata seorang waga.
Distrik Barbir terletak di garis depan selama perang sipil Lebanon dan menjadi sasaran tembak.
Setelah kematian Othman, polisi mencari keberadaan keluarganya. Beberapa kerabat kemudian membawa jasadnya dan dimakamkan pada Rabu (16/5/2018).
Othman memiliki seorang ibu, dua saudara laki-laki, dan lima saudara perempuan. Keluarganya tidak tahu tentang keberadaan uang tunai dan tabungan Othman. Mereka juga tidak pernah memaksa dia untuk mengemis.
Baca: Jadwal Buka Puasa Wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Hari Kedua Ramadan, 18 Mei 2018
Baca: Jokowi Kritik SBY Soal Subsidi BBM, Ferdinand Hutahaean : Sekarang Justru Rakyat Dieksploitasi
Dirazia, Pengemis Bawa Rp 15 Juta
Seorang pengemis asal Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember, terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pasuruan.
Saat diperiksa, dalam tas plastik yang dibawa pengemis bernama Imam Asrofi (38) ini terdapat uang tunai yang jumlahnya Rp 15 juta lebih.
Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Tunasosial Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Wahyu Widodo mengungkapkan, Imam terjaring razia petugas di kawasan Kecamatan Nguling, Pasuruan, Senin (14/5/2018).
Imam terjaring razia bersama delapan gelandangan dan pengemis lainnya.
"Awalnya Satpol PP melakukan patroli, keliling di Kabupaten Pasuruan wilayah timur. Begitu ketemu bapak ini (Imam Asrofi), langsung diangkut. Kebetulan uangnya ketinggalan. Dia langsung bilang ke petugas," kata Wahyu setelah menyerahkan Imam ke Dinsos Jember, Kamis (17/5/2018).
Baca: Terungkap, Begini Cerita Dibalik Ibu-Ibu di Dalam Magic Jar di Iklan Ramayana, Ternyata Gak Diedit !
Baca: Cuaca Mendung, Lalu Lintas Di Jalan Raya Puncak Depan Kantor Kecamatan Cisarua Ramai Lancar
Selanjutnya, sambung Wahyu, Imam mengambil tas plastik yang tertinggal di lokasi dia kena razia. Selain tas plastik, terdapat baju kumuh yang lama tidak dicuci.
Imam selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial kabupaten Pasuruan untuk diidentifikasi. Dari sinilah kemudian diketahui di dalam tas plastik Imam terdapat uang lebih dari Rp 15 juta.
Imam Asrofi, pengemis yang bawa uang RP 15 jutaImam Asrofi, pengemis yang bawa uang Rp 15 juta (Foto: Yakub Mulyono)
"Tepatnya Rp 15.904.050," kata Wahyu.
Uang tersebut merupakan hasil Imam mengemis. Uang itu tertata rapi dalam bungkusan plastik yang selalu dibawa Imam.
"Rapi ditali, terus dibawa dalam keresek. Pecahan ratusan ribu rupiah. Hasil recehan yang kemudian ditukar," kata Wahyu.
Baca: Ingin Punya Istri Cantik? Coba Nikahi Wanita dari 7 Negara Ini, Ada Yang Bersedia Bayar Mahal
Baca: Minimarket di Puncak Bogor Disantroni 3 Perampok Bersenpi, Uang Dikasir Ludes
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Isnaini Dwi Susanti mengatakan pihaknya akan segera menyerahkan Imam kepada keluarga di Kasiyan. Petugas juga telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat.
"Kami sudah koordinasi dengan kepala desanya, dan pak kepala desa juga sudah mencari keluarganya," kata perempuan yang karib disapa Santi ini.
Menurut Santi, hari ini Imam akan diserahkan kepada keluarganya.
"Kami antarkan ke keluarganya dan akan kami pantau terus dia, kami asesmen," kata Santi.
Mengenai adanya dugaan bahwa Imam mengalami gangguan jiwa, Santi menegaskan hal itu harus dilakukan cek medis dulu.
"Saya bukan dokter jiwa. Sebenarnya kami ingin dia menginap dulu di sini agar besok bisa kami bawa ke dokter. Tapi, karena dia ngotot ingin pulang, ya nggak apa-apa, daripada di sini tambah stres. Mungkin besok dijemput teman-teman untuk dibawa ke dokter," terang Santi.