Sempat Jadi Polisi Hingga Pelaku Teror, Sofyan Tsauri 'Baper Terhadap Penderitaan Kaum Muslimin'
"Saat itu mungkin terlalu baper terhadap penderitaan kaum muslimin,” katanya.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok mantan narapidana teroris Sofyan Tsauri sempat menjadi polisi selama 10 tahun sebelum dirinya menjadi pelaku teror.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa pada Rabu malam (23/5/2018).
Sofyan menjadi anggota Polri pada 1998 usai dirinya lulus SPM di Lido, Jawa Barat.
Dia kemudian bertugas sebagai anggota Sabhara dan Bimas Polres Depok.
Lalu, ia mendapatkan tugas oleh Polresta Depok ke Aceh dalam rangka Operasi Perintis tahun 2002.
Pada saat di Aceh tersebut dirinya bertemu Aman Abdurrahman.
Hingga akhirnya Ia tergabung di jaringan Al Qaeda Asia Tenggara, memiliki peran sebagai pemasok senjata teroris di Aceh.
Sofyan mengatakan, doktrin radikal mulai memengaruhinya setelah melihat adanya ketidakpuasan terhadap pemerintah dan konflik yang terjadi di negara-negara Islam.
Untuk memiliki paham radikal dia mengaku butuh waktu hingga 5 tahun.
“Saya tinggal di asrama dari kecil. Bapak dan kakak saya anggota brimob. Saat itu mungkin terlalu baper terhadap penderitaan kaum muslimin,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sofyan-tsauri_20180518_181614.jpg)