Kemendagri Kerahkan Ratusan Staf Dukcapil Untuk Potong Ratusan Ribu KTP-el Rusak
pemotongan KTP-el yang rusak itu dilakukan pasca insiden tercecernya ribuan KTP-el di Jalan Salabenda, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ratusan pegawai Ditjen Dukcapil melakukan pemotongan KTP-el di Gudang Penyimpanan Kemendagri di Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (30/5/2018).
Pemotongan KTP-el tersebut sudah dilakukan sejak Senin (28/5/2018) kemarin.
Menurut Kabag Umum Ditjen Dukcapil Kemendagri, Emmy Yuwati, pemotongan KTP-el yang rusak itu dilakukan pasca insiden tercecernya ribuan KTP-el di Jalan Salabenda, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Pemotongan itu dilakukan pihaknya untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap KTP-el yang rusak atau invalid disalahgunakan untuk kepentingan terntentu.
"Ya berdasarkan kebijakan Mendagri, mulai dari hari Senin kemarin kita lakukan pemotongan, ada sekitar 100 orang yang memotong," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.
Dikatakannya bahwa ada sebanyak 805 ribu KTP-el rusak dan tak terpakai dari seluruh daerah Indonesia yang mesti dipotong bagian sisi kanan atas oleh pihaknya.
"KTP-el tak terpakai yang disimpan di gudang ini akan dipotong, diperkirakan paling cepat sepuluh hari selesai," jelasnya.
Ia melanjutkan, KTP-el rusak yang telah dipotong akan disimpan di dalam kardus. Selanjutnya KTP-el tersebut akan dijadikan arsip dan tetap disimpan di Gudang Penyimpanan Kemendagri.
"Setiap kardus isinya ada sebanyak 2.800 KTP-el, sejauh ini baru 56 kardus," ucapnya.
Emmy juga menjelaskan, alasan pihaknya tak langsung memusnahkan KTP-el rusak diantaranya karena masih tersangkut persoalan kasus KTP-el yang belum tuntas.
"Agar jika nantinya diperlukan, masih tetap ada sebagai barang bukti, untuk itu KTP-el yang rusak tetap disimpan di gudang," tandasnya.