Polemik Tong Sampah Hingga Miliaran, Hidayat Nur Wahid : Sudah Semangat Mem-Bully, Eh Ternyata. . .
pengadaan tong sampah hingga miliaran rupiah ini membuat Gubernur-Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dikritik banyak orang.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Model tong sampah tersebut bisa dilihat di beberapa ruas jalan Ibu Kota. Salah satunya, di Jalan Raya Kalibata, dekat Sentra Durian Kalibata.
Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Senin (4/6/2018) petang, ada enam tong sampah yang ditaruh di trotoar depan sentra durian tersebut.
Dua tong sampah ditaruh berdempetan di ujung trotoar. Empat tong sampah lainnya juga ditaruh berdempetan, berjarak lebih kurang 80 meter dari dua tong sampah sebelumnya.
Baca: Via Vallen Dilecehkan Pemain Sepakbola Terkenal Sampai Disebut Gila, Tapi Balasannya Bikin Salut
Tong sampah itu berbahan fiber. Warnanya hijau tua. Ada satu tong sampah yang tutupnya berwarna oranye. Terdapat tulisan "Dinas Kebersihan TA 2016" di bagian depan tong sampah tersebut.
Artinya tong sampah itu merupakan pengadaan tahun anggaran 2016 dimana Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Seluruh tong sampah itu dilengkapi empat roda di bagian bawahnya. Sementara di bagian samping tampak seperti pegangan. Kondisi tong sampah itu tampak kotor.
Kepala Satuan Pelaksana Dinas LH Kecamatan Pancoran, Suryana, mengatakan, total ada 16 tong sampah buatan Jerman yang ada di Kecamatan Pancoran.
Suryana memaparkan, pengangkutan sampah dari tong tersebut tidak memerlukan tenaga manusia. Petugas cukup mendorong tong sampah beroda itu ke truk kompaktor dan mengaitkannya ke kait hidrolik.
Truk kompaktor akan secara otomatis mengangkut tong sampah berkapasitas 660 liter tersebut. "Tong sampah ini lebih kuat, kemudian mempermudah pengangkutan, tinggal cantolin, diangkut pake kompaktor, langsung tumpah ke bawah (dalam truk)," ujar Suryana, saat dihubungi Kompas.com.
Baca: Gadis Kecil Ini Tiap Hari Tanya Om Jualan Ya? Bawa Tas Berat di Stasiun, Terkuak Kisah Dukanya!
Suryana menyampaikan, 10 tong sampah beroda itu diletakan di beberapa titik. Sementara 6 tong sampah lainnya, merupakan cadangan yang biasanya digunakan saat car free day di Jalan Mampang Prapatan.
Pengangkutan sampah biasanya dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB. Pengadaan tong sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta ini menjadi viral di media sosial.
Sebab, Dinas LH membeli tong sampah buatan Jerman dengan total anggaran Rp 9,6 miliar untuk 2.600 tempat sampah. Harga satuan tempat sampah tersebut sekitar Rp 3,6 juta.
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji mengklaim harga itu lebih murah dibandingkan yang dijual di toko online, yakni Rp 4,4 juta.