Uang Panai Suku Bugis Hingga Mahar Mayam di Aceh, Ini 4 Mahar Pernikahan Termahal di Indonesia
Mahar menjadi bentuk ucapan terimakasih atas diterimanya calon mempelai laki-laki.
Suku Banjar di Kalimantan Selatan memiliki tradisi mahar yang disebut Jujuran.
Semua bentuk prosesi pernikahan tradisi Suku Banjar ini ditanggung sepenuhnya oleh pihak pria.
Selain memberikan mahar, pihak calon pengantin pria jaga harus menanggung biaya pesta pernikahan di tempat mempelai wanita.
Masyarakat setempat bisanya mematok mahar tersebut antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta.
Baca: PPDB Di SMAN 1 Kota Bogor Tak Dibatasi, Bisa Daftar untuk Lewati Seleksi
Baca: Ingin Numpang Tenar Hingga Dendam Pribadi, 5 Selebriti Dunia Ini Harus Tewas di Tangan Fansnya
3. Mahar Mayam di Aceh
Mahar di Aceh menggunakan emas, besarannya dikenal dengan sebutan Mayam.
Satu mayam sama dengan 3,3 gram emas.
Mempelai laki-laki wajib memberikan mayam, setidaknya 25 mayam.
Jika karga emas per gram sebesar Rp 650 ribu, itu artinya 25 mayam sekitar Rp 53 juta.
Baca: Supaya Hati-hati, Spanduk Imbauan Untuk Pengendara Di Puncak Ini Tampak Tak Biasa
Baca: 9 Tahun Berlalu, Begini Kronologi Kasus Tewasnya Jang Ja Yeon BBF, Depresi Jadi Budak Seks 31 Pria
4. Japuik di Padang Pariaman, Sumatra Barat
Sama seperti Aceh, Padang Pariaman di Sumatra Barat juga menggunakan emas sebagai mahar yang berlaku.
Mahar emas ini dikenal dengan sebutan Japuik.
Besaran Japuik dikenal dengan sebutan Ameh.
Satu ameh sama dengan 2.5 gram emas.
Banyakya mahar yang diberikan tak hanya tergantung dengan pendidikan mempelai wanita, namun juga strata sosial.
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 4 Mahar Pernikahan Termahal di Indonesia, Uang Panai Suku Bugis hingga Japuik di Padang Pariaman
(TribunTravel.com / Apriani Alva)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/uang-panai-di-pernikahan-suku-bugis_20180607_134813.jpg)