Bagaimana Cara Wanita Haid Menghidupkan Malam Lailatul Qadar? Begini Penjelasannya
Malam Lailatul Qadar pun terjadi pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Hal itu sesuai dengan hadist dari Aisyah
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
Oleh karena itu Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم 760 )
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari, no. 1910, Muslim, no. 760).
Jika seorang wanita yang haid dilarang menunaikan shalat, maka dia masih memungkinkan untuk menghidupkan malamnya dengan ketaatan-ketaatan lainnya selain shalat seperti:
1. Membaca Al-Qur’an, silahkan merujuk soal jawab no. 2564
2. Zikir, seberti tasbih (mengucapkan subhanallah), tahlil (lailaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan yang semisal dari itu.
Maka perbanyak mengucapkan, subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa subhanallah wa bihamdihi, wa subhanallahu al’adzim.. dan yang semisal itu.
3. Beristigfar, maka perbanyak mengucapkan “astagfirullah “.
4. Berdoa, maka perbanyak berdoa kepada Allah dan memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Karena doa adalah ibadah yang terbaik.
Sampai Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmizi, 2895, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi, no. 2370)
Maka orang yang sedang haid memungkinkan baginya melakukan ibadah-ibadah ini atau ibadah lainnya pada Lailatul Qadar.