Sel Surya yang Fleksibel, Mungkinkah Diproduksi Secara Massal?
Pada saat ini, dunia sedang berlomba-lomba untuk menciptakan sumber energi.......
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pada saat ini, dunia sedang berlomba-lomba untuk menciptakan sumber energi yang ramah lingkungan.
Langkah yang paling umum adalah memanfaatkan energi matahari dengan menggunakan panel surya besar yang dipasang di atap rumah.
Di masa depan, hal ini bisa diubah oleh inovasi baru, yakni sel surya kering yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan.
Jika bisa diproduksi secara massal, sel surya kering akan bisa digunakan untuk mengisi daya ponsel, mobil, dan bahkan pakaian.
Masalahnya, bisakah sel surya ini diproduksi secara massal dan tetap ramah lingkungan?
Baca: Golkar Dukung Pemerintah, Alasan Titiek Soeharto Hengkang ke Partai Berkarya
Baca: PSI Sebut Polisi Sudah Kantongi Identitas Dibalik Akun Hulk
Hal itulah yang sedang diselidiki oleh para ahli dari Universitas Aalto di Finlandia dan Université de Montréal.
Dalam siaran pers yang dimuat olehEurekaalert, Rabu (6/6/2018), para ahli mengungkapkan bahwa agar bisa segera diproduksi massal.
Produksi sel surya harus menggunakan proses roll-to-roll, yaitu mencetakkan sel elektronik pada gulungan plastik atau lapisan logam yang fleksibel.
Selain itu, untuk memenuhi standar kelayakan perangkat di dunia industri, masa pakai perangkat harus lebih lama.
Inovasi baru pada penutup perangkat juga dibutuhkan agar cairan elektrolit di dalam perangkat tidak merembes keluar.
Baca: Captain Barbershop Buka Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim Panti Asuhan Al-Kahfi
Baca: Sel Surya yang Fleksibel, Mungkinkah Diproduksi Secara Massal?
"Sel surya fleksibel biasanya dibuat pada logam atau plastik, dan keduanya memiliki bahaya sendiri-sendiri, misalnya logam dapat berkorosi dan plastik memungkinkan air dan kotoran lain untuk merembes," kata Dr Kati Miettunen, manajer proyek di Bioproduk dan Biosystems di Departemen Aalto.
Sementara itu, para ahli menemukan bahwa mengikat susbstrat dengan teknik konvensional, seperti menggunakan kaca dalam glass-frit bonding, ternyata tidak sesuai dengan sel yang fleksibel.
"Syarat lain untuk mengomersialkan sel surya adalah membuat masa pakai perangkat sesuai dengan energi yang tertanam, sehingga sel surya tidak akan terdegradasi sebelum mereka menghasilkan lebih banyak energi daripada yang digunakan untuk membuatnya," tambah Jaana Vapaavuori, asisten profesor dari departemen kimia Université de Montréal.
Baca: Lagi Beli Minum, 2 Anggota Polisi Tiba-Tiba Dikeroyok di Jakarta Timur, Begini Kronologinya
Baca: Golkar Dukung Pemerintah, Alasan Titiek Soeharto Hengkang ke Partai Berkarya
Miettunen juga mengatakan, penemuan baru dengan menggunakan biomaterial atau bahan hibrida seperti bubur kayu sebagai substrat untuk sel sangat mungkin dilakukan di masa depan.
Kemampuan alami bahan-bahan tersebut dapat menyaring kotoran dan akan bekerja dengan baik sebagai sel surya.
Baca: Ketua DPR RI Dorong BIN Masuk ke Kampus-Kampus Cegah Radikalisme
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mungkinkah Sel Surya yang Fleksibel Diproduksi Secara Massal?",
Penulis : Michael Hangga Wismabrata
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-sel-surya_20180611_211316.jpg)