Ledakan di Pasuruan
Istri Terduga Teroris Pasuruan Buka Suara Hingga Kondisi Bocah 6 Tahun yang Menjadi Korban Ledakan
UMR diketahui terluka usai terjadi ledakan bom dirumah kontrakan yang dihuni bersama ayah dan ibunya.
Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bocah lelaki umur 6 tahun yang menjadi korban ledakan bom di rumah kontrakannya yang berlokasi di Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Bocah lelaki berinisial UMR itu dirawat secara intensif oleh tim dokter RS Bhayangkara Polda Jatim lantaran menderita luka cukup serius.
UMR diketahui terluka usai terjadi ledakan bom di rumah kontrakan yang dihuni bersama ayah dan ibunya.
Sang ayah sendiri yakni Abdullah alias Awardi saat ini sedang diburu oleh polisi lantaran diduga merupakan pelaku bom yang membuat putranya sendiri ikut menjadi korban.
Abdullah alias Awardi melarikan diri meninggalkan putranya yang tengah terluka sambil membawa tas ransel yang diduga berisi bahan peledak.
Sementara itu, IBu dari UMR yakni DR masih menjalani pemeriksaan oleh polisi di Mapolres Pasuruan.
UMR saat ini dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim).
Bahkan, UMR pun tak boleh dijenguk oleh sembarangan orang lantaran masih dirawat di ruang ICU.
Selain tubuhnya penuh luka pasca terkena ledakan bom, korban juga psikisnya masih terganggu.
• Kisah Warga Pemberani Tembak Terduga Teroris yang Hendak Kabur, Saya Yakin Dia Pasti ke Dokter
"Ada anggota keluarga yang menunggu di dalam (UMR). Kondisi wajah terbakar, kedua kaki robek dan ditangani dokter," sebut Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin usai menjenguk UMR di ruang ICU RS Bhayangkara Polda Jatim, Jumat (6/7/2018).
Mahfud menambahakan, bocah umur 6 tahun itu saat ini masih sering merasa kesakitan akibat luka ledakan bom yang terjadi pada Kamis (5/7/2018) di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan mengutip Surya.co.id.
"Setiap bangun tidur, dia (UMR) menangis kesakitan. Ini sedang disembuhkan," kata Kapolda Jatim.
Kapolda berjanji, UMR akan dirawat hingga sembuh di RS Bhayangkara Polda Jatim.
Menurutnya, perawatan yang dilakukan bukan hanya pada luka-luka di tubuh korban saja, namun juga akan ada penanganan secara psikologi untuk memulihkan trauma psikis terhadap korban.
"Kami tangani sampai sembuh, baik luka bakar dan psikisnya. Anak ini (UMR) tidak mengerti apa-apa," ungkapnya.
• Pebalap Sepeda Timnas Hari Fitrianto Kecelakaan di Tanjakan Emen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dr-saat-diamankan-dan-dibawa-ke-mapolres-pasuruan_20180706_142842.jpg)