Harga Telur Ayam Melejit Sudah Diprediksi, Distani Kota Bogor Sarankan Masyarakat Budidaya Ayam Arab

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dudi Fitri Susandi mengatakan bahwa prediksi kenaikan harga telur.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Harga telur ayam negeri di Pasar Ciawi melonjak tinggi, Jumat (13/7/2018). 

Laporan Wartawan  TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dinas Pertanian Kota Bogor melalui Bidang Perternakan sudah memprediksi kenaikan harga telur ayam sejak Januari lalu.

Seperti diketahui pada Juli 2018 ini, harga telur mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dudi Fitri Susandi mengatakan bahwa prediksi kenaikan harga telur dikarenakan adanya kenaikan harga daging sapi sejak Januari lalu.

"Ia ciri-cirinya harga daging sudah merangkak naik sehingga waktu itu masyarakat beralih ke telur, seperti hukum pasar saat permintaan naik sedangkan distribusi kurang maka harga naik," katanya, Jumat (13/7/2018).

Meski demikian kata Dudi, Distani Kota Bogor sudah menyiapkan langkah.

Sejak Januari Distani Kota Bogor melalui Bidang Perternakan sudah memberikan pelatihan bibit ayam arab kepada para peternak dan memberikan beberapa bibit kepada beberapa kelurahan di Kota Bogor.

"Kami sudah menyiapkan budi daya ayam arab, kami sudah menyebarkan ilmu ayam kepada kelompok tani, kami sudah melatih juga, sekarang ayam sudah bertelur bertepatan dengan melonjaknya harga ayam," katanya.

Dudi mengatakan dengan budi daya ayam arab bisa membantu perekonomian masyarakat.

Pasalnya ayam tersebut bisa bertelur setiap hari tanpa adanya perkawinan alami.

"Target kami adalah pemenuhan gizi kebutuhan keluarga, minimal dia tidak beli, jadi ketika butuh elur bisa ambil di kandang sendiri kan," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved