Sudirman Said : Lebih Memprihatinkan Lagi, Riza Chalid yang Dicari Muncul di Tengah Elit Politik

Riza Chalid sempat dicari-cari keberadaanya oleh Kejaksaan Agung karena diduga meminta saham Freeport kepada Presiden Direktur PT Freeport

Sudirman Said : Lebih Memprihatinkan Lagi, Riza Chalid yang Dicari Muncul di Tengah Elit Politik
Kompas.com
Massa bertopeng Setya Novanto dan Riza Chalid dipenjara di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/12/2015). Aksi tersebut mendesak aparat penegak hukum menangkap Riza dan Novanto.(Ambaranie Nadia K.M) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyayangkan proses hukum yang berkaitan dengan kasus 'papa minta saham' menguap begitu saja tanpa kejelasan.

“Lebih memprihatinkan lagi, orang yang dicari muncul di tengah elit politik, pejabat resmi puncak di pemerintahan. Bahkan dalam satu perhelatan yang diselenggarakan di home base politiknya Jaksa Agung kita," kata Sudirman kepada Kompas.com, Jumat (20/7/2018).

Orang yang dimaksud Sudirman adalah pengusaha minyak Riza Chalid.

Pada akhir 2015 lalu, Riza Chalid sempat dicari-cari keberadaanya oleh Kejaksaan Agung karena diduga meminta saham Freeport kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Bahkan, Riza bersama Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meminta saham.

Hal ini diketahui dari rekaman percakapan antara Novanto, Riza dan Maroef yang direkam sendiri oleh Maroef.

Rekaman itu dilaporkan oleh Sudirman Said yang saat itu masih menjabat Menteri ESDM ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Sudirman pun heran bagaimana bisa Riza Chalid muncul di acara kuliah umum Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Apalagi, acara itu digelar Partai Nasdem, partai yang merupakan tempat Jaksa Agung HM Prasetyo pernah bernaung.

"Padahal waktu kasus 'papa minta saham' mencuat, Kejaksaan Agung begitu semangat mencari yang bersangkutan. Begitupun Presiden dengan kencang memerintahkan Kapolri untuk memburu yang bersangkutan," kata dia.

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved