Mahasiswa IPB Ciptakan Kompresor yang Aman untuk Kesehatan Nelayan

menurut pandangan medis, penggunaan kompresor sebagai alat bantu penangkapan ikan berdampak tidak baik untuk kesehatan penyelam.

Net
ILUSTRASI -nelayan penyelam menggunakan kompresor untuk alat bantu pernafasan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebagai negeri maritim, Indonesia memiliki ribuan hingga jutaan hasil laut.

Hasil laut tersebut tersebar mulai dari permukaan hingga dasar laut.

Hasil laut yang masih mendekati permukaan laut dapat diperoleh dengan menggunakan alat tangkap.

Akan tetapi hasil laut yang berada pada perairan dalam, penangkapannya harus dilakukan dengan “menjemput” mereka.

Karena harga yang begitu menggiurkan, banyak nelayan yang mempertaruhkan nyawa untuk memperoleh hasil laut yang berada pada perairan dalam tersebut dengan menyelam.

Hanya saja banyak nelayan yang tidak memperhatikan kesehatan mereka ketika menyelam.

Nelayan lebih memilih menggunakan kompresor sebagai alat bantu pernapasan dibanding oksigen isi ulang.

Menurut survei yang telah dilakukan di Kepulauan Seribu, faktor ekonomi menjadi faktor utama terjadinya penyimpangan prosedur penggunaan alat bantu pernapasan dalam air.

Mahalnya biaya isi ulang oksigen menyebabkan nelayan lebih memilih menggunakan kompresor angin untuk bernafas di dalam air.

Kompresor memang hanya membutuhkan sedikit biaya dan dapat digunakan untuk bernafas di dalam air dalam waktu yang lama.

Namun, menurut pandangan medis, penggunaan kompresor sebagai alat bantu penangkapan ikan berdampak tidak baik untuk kesehatan penyelam.

Penggunaan kompresor dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti  sesak napas, napas cepat, pusing, halusinasi, tekanan darah turun, pingsan, depresi pernapasan, depresi saraf pusat bahkan kematian.

Penyakit-penyakit tersebut dapat terjadi karena sistem kerja kompresor yang tidak dapat memfilter udara yang masuk ke kompresor dengan baik.

Bukan hanya oksigen yang masuk ke dalam kompresor akan tetapi (N) nitrogen, C02 (Karbon dioksida), bahkan asap mesin kompresor pun ikut masuk ke dalam tabung yang selanjutnya tersalurkan oleh selang terhirup ke dalam hidung penyelam.

Berdasarkan permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2018, Sejahtera, Annisa Rizki Khairani, dan Shintia, di bawah bimbingan Dr. Akhiruddin Maddu mencoba membuat inovasi Kompresor Oksigen Murni Berbasis Teknologi Membran Oksigen untuk Menjamin Kesehatan Penyelam.

“Kompresor pada umumnya menggunakan filter biasa, sehingga semua partikel atau gas yang ada di alam bebas masuk ke dalam kompresor. Oleh karena itu, kami mengaplikasikan membran oksigen sebagai alat filter kompresor. Kompresor ini pada umumnya menyaring segala jenis gas/partikel ke dalam tabung,” ujar Sejahtera, Ketua Tim.

Menyelam dengan perolehan hasil tangkapan ratusan ribu hingga jutaan rupiah memang sangat menggiurkan, namun sangat penting memperhatikan kondisi tubuh dan perlengkapan keselamatan ketika menyelam.

Temuan kompresor mahasiswa IPB tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk keselamatan saat menyelam. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved