Matilda Chong, Pebisnis Asal Singapura Bergelar Putri Keraton Surakarta

Matilda Chong merupakan seorang pebisnis yang lahir dan dibesarkan di Singapura mendapatkan kehormatan memiliki gelar kerajaan.

Tayang:
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
kolase Instagram
Matilda Chong 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menjadi putri sebuah kerajaan biasanya akan jadi impian bagi para perempuan ketika masih kecil.

Mimpi tersebut pun menjadi kenyataan bagi perempuan bernama Matilda Chong.

Matilda Chong merupakan seorang pebisnis yang lahir dan dibesarkan di Singapura mendapatkan kehormatan memiliki gelar kerajaan. 

Gelar kerajaan yang dimaksud adalah gelar Putri Keraton dari Surakarta atau Solo.

Gelar tersebut didapatnya pada awal April kemarin.

Saat itu Keraton Solo memberikan gelar Putri kepada 84 orang dari berbagai negara, dan salah satunya adalah Matilda Chong ini.

Diungkap oleh Anak Tiri, Ini Sosok Istri Pertama Suami Bunga Zainal, Ternyata Lahir di Medan

Sebut Wanita yang Mengaku Istrinya Seram, Iqbaal Ramadhan Akan Kabur Jika Bertemu Nurrani

Perempuan berusia 39 tahun ini ternyata seorang direktur eksekutif dari Lions of Asia.

Tidak hanya Matilda saja, ayahnya, William Marie Chong, pendiri Lions of Asia Group, juga mendapatkan gelar istimewa sebagai Pangeran dua tahun yang lalu.

Sedangkan ibu baptisnya, Flora Pavlova, juga mendapatkan gelar Kanjeng Ayu Adipati Flora Pavlova Elizabeth Cheong Leen Laksminingtyas.

Ibu baptis Matilda mendapat gelar Putri Kerajaan Solo
Ibu baptis Matilda mendapat gelar Putri Kerajaan Solo (Instagram)

Dan ternyata, pekerjaannya yang dinilai dapat membantu peningkatan perekonomian Indonesia ini membuatnya berhubungan erat dengan keluarga kerajaan, terutama Solo.

Sehingga Matilda serta ayahnya mendapatkan gelar ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya kepada negara.

sertifikat kerajaan
sertifikat kerajaan (Instagram)

Dikabarkan Putus, Ini Foto-foto Mesra Ranty Maria dan Ammar Zoni, Masih Menghiasi IG Masing-masing

Ramalan Zodiak Jumat 27 Juli 2018, Zodiak Ini Akan Dapat Keuntungan dalam Keuangan dan Pekerjaan

Penobatan tersebut digelar dengan serangkaian upacara, mulai dari kereta kuda dimana semua peserta harus mengenakan kebaya tradisional hingga adanya pagelaran tari Jawa dari 17 penari.

Acara penobatan tersebut dilakukan selama 2 hari dan dihadiri oleh orang-orang dari seluruh dunia.

"Itu sangat megah, mewah dan tradisional - sesuai kota Solo yang kaya warisan budaya.

Kami semua bergantian naik ke panggung untuk menerima sertifikat kami, ada banyak kembang api, dan pesta. Itu adalah pengalaman yang unik," ungkap Matilda, melansir HerWorld.com.

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved