Breaking News:

Kawasan Pelabuhan Ratu Diterjang Ombak Tinggi, Puluhan Bangunan Rusak

Asep menjelaskan bahwa di pantai tersebut kini dipasang plang dilarang mendirikan bangunan untuk mencegah peristiwa itu berulang.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu tempat Nining Sunarsih (53) hilang dan kembali ditemukan 1,5 tahun kemudian 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, PALABUHANRATU - Kawasan pesisir pantai Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi diterjang gelombang pasang cukup tinggi sejak sepekan terakhir.

Akibatnya, puluhan bangunan di kawasan tersebut rusak akibat diterjang ombak pasang itu.

Ketua Operasional dan SDM Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Kabupaten Sukabumi, Asep Edom Saepuloh, mengatakan bahwa pantai yang paling terdampak adalah kawasan Pantai Karanghawu.

Ia menyebut bahwa sampai sekarang ada sekitar 65 bangunan berupa kios yang rusak akibat terjangan ombak pasang di pantai tersebut.

Tewas Akibat Gempa di Lombok, Pendaki Asal Malaysia Sempat Posting Ini Malam Hari Sebelum Bencana

"Ketinggian ombak sekitar 4 sampai 5 meter. Minggu lalu, yang rusak terpusat di Karanghawu, Kebon Kalapa, sekitar 65 kios hancur total, sekarang sudah kosong," kata Asep saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (30/7/2018).

Asep menjelaskan bahwa di pantai tersebut kini dipasang plang dilarang mendirikan bangunan untuk mencegah peristiwa itu berulang.

Selain itu, kata dia, sampai sekarang gelombang pasang masih terjadi namun tidak setinggi sebelumnya.

Tolak Rekomendasi Ijtima Ulama Jadi cawapres Prabowo, Begini Klarifikasi Ustaz Abdul Somad

"Kalau yang Minggu lalu di Karanghawu itu mah menggerus, air pasang menggerus pasir jadi bangunan-bangunan roboh, kalo sekarang mendorong pasir, daratan jadi dangkal," ujarnya.

"Sesuai prediksi dari BMKG dari hari Minggu lah ya sampai besok Selasa (31/7/2018) itu masih ada ketinggian ombak, cuman tidak setinggi pas hari Minggu yang lalu, Senin yang lalu," tambah Asep.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved