Breaking News:

Ibadah Haji 2018

Kisah Ibadah Haji Zaman Kolonial Belanda, Risiko Kapal Karam, Perompak Hingga Wabah Kolera Mengintai

Ibadah haji yang dilaksanakan masyarakat indonesia pun sudah terselenggara sejakzaman kolonial Belanda yani sekitar tahun 1880-an.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ibadah haji pada masa lalu menyimpan banyak cerita yang jika diceritakan kembali akan menarik untuk disimak.

Pada masa itu, ibadah haji merupakan perjalanan ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mapan secara ekonomi, apalagi ketika zaman kolonial Belanda.

Perjalanan yang harus dilalui para jemaah haji Indonesia menuju Tanah Suci pun tak mudah.

Jalur laut menjadi pilihan utama, karena perjalanan haji via udara baru berlaku tahun 1952, dengan tarif yang dua kali lebih mahal daripada dengan menggunakan kapal laut.

Bagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya, pada 1800-an? Kala itu, sistem perjalanan haji diatur oleh pemerintah Kolonial.

Haji pada Masa Kolonial

Pada abad 18, sistem ibadah haji dikuasai dan dikelola oleh pihak kolonial.

Pemerintahan kolonial melakukan pendataan terhadap seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, mereka melakukan kontrol terhadap sistem perhajian pada masa itu.

Jadwal Si Doel The Movie di Bogor dan Harga Tiketnya, Tayang Perdana Hari Ini

Permohonan Jumlah Paspor Jamaah Haji di Bogor Naik 35 Persen, Kabupaten Bogor Mendominasi

Dikutip dari buku "Naik Haji di Masa Silam Tahun 1482-1890" yang ditulis oleh Henri Chambert-Loir, Gubernur Jenderal Daendles menetapkan bahwa demi keamanan dan ketertiban, para jemaah haji harus mengantongi dokumen perjalanan selama bepergian ke Tanah Suci.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved