Breaking News:

Harga dan Cara Penjualan Jadi Pemicu Anak di Bawah Umur untuk Merokok

Komnas Pengendalian Tembakau, Tari Soebagio Menayang mengatakan harga rokok yang murah dan dijual eceran menjadi salah satu faktornya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
diskusi bertemakan Candu rokok, kerugian ekonomi, dan hilangnya kesempatan anak mendapat gizi maksimal berlangsung di Hotel Grand Savero, Kota Bogor, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH -  Komite Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau menyebutkan bahwa jumlah perokok di Indonesia semakin meningkat.

Project Director Komnas Pengendalian Tembakau, Tari Soebagio Menayang mengatakan harga rokok yang murah dan dijual eceran menjadi salah satu faktornya.

Bahkan kata Tari, perokok pemula atau perokok anak terus meningkat di Indonesia.

"Harga rokok yang murah dan dijual eceran itu menjadi faktor yang mendorong anak-anak untuk mudah membeli rokok," katanya saat diskusi bertemakan Candu rokok, kerugian ekonomi, dan hilangnya kesempatan anak mendapat gizi maksimal berlangsung di Hotel Grand Savero, Kota Bogor, Senin (6/8/2018).

Tari berharap dengan adanya diskusi itu pemerintah bisa mendapat masukan dan dukungan dari masyarakat untuk melakukan upaya pengendalian tembakau yang kuat demi anak-anak Indonesia.

"Dari diskusi ini diharapkan, pemerintah mendapatkan masukan dan dukungan dari masyarakat untuk melakukan upaya pengendalian tembakau yang kuat demi anak-anak Indonesia," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved