Pilpres 2019

Pengamat Katakan PAN Berpotensi Tidak Bergabung ke Koalisi Prabowo di Pilpres 2019

Hal ini dikatakannya, lantaran beberapa partai politik seperti PKS dan PAN belum resmi mengumumkan koalisinya pada Prabowo.

Editor: Damanhuri
Kompas.com
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Pengamat politik Universitas Gadjah Mada Ari Sujito memberikan analisanya terkait koalisi Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui tayangan Kompas TV yang diunggah di YouTube, Minggu (5/8/2018).

Ari Sujito mengatakan jika ada peluang untuk terbentuk poros baru selain mengusung Prabowo Subianto maupun Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon presiden (Capres).

Hal ini dikatakannya, lantaran beberapa partai politik seperti PKS dan PAN belum resmi mengumumkan koalisinya pada Prabowo.

Bahkan, Ari menuturkan jika koalisi Prabowo belum solid dan berpotensi menimbulkan poros kekuatan ketiga.

Dirinya menilai jika PAN lebih berpotensi untuk tidak bergabung ke koalisi Prabowo.

"Paling mungkin keluar itu sebetulnya adalah PAN, di dalamnya tidak solid sebagian PAN ada yang pengen ke Jokowi, ada yang pengen ke Prabowo, ini tentu saja akan melahirkan pertimbangan khusus plus minusnya bagi PAN," terang Ari Sujito.

Ari mengatakan jika PAN dan PKS punya persoalan di masa lalu, sehingga kecil kemungkinan untuk bisa berkoalisi.

Kendati demikian, menurut perhitungannya, akan terbentuk dua poros saja dan untuk poros ketiga memiliki kemungkinan sangat kecil.

"Kalau hitungan saya yang paling mungkin itu kan dua poros, tapi kalaupun tiga poros. PR buat PKS dan PAN itu berat," ujar dia.

Menurutnya, koalisi Jokowi dapat dikatakan lebih solid ketimbang koalisi Prabowo.

"Di dalam kubu Jokowi saya kira hampir dikatakan solid. Karena itu saya kira yang sekarang menjadi PR sebetulnya adalah porosnya Prabowo," kata dia.

"Ya kecil kemungkinan (ada poros ketiga dari Prabowo) kecuali ada kandidat baru yang dimunculkan, sekarang kan nggak muncul. Kecuali sekali lagi PAN atau PKS memunculkan orang untuk capres, semua kan naksir cawapres, lagi tarik menarik saja," tandas Ari.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, keputusan partai terkait arah koalisi pada Pilpres 2019 akan ditetapkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Menurut Eddy, keputusan belum bisa diambil saat ini, meski PAN sudah beberapa kali mengikuti pertemuan politik dan berkomunikasi dengan partai lain.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved