Ironi Penarik Becak di Kota Bogor, Sehari Bawa Pulang Rp 25 ribu
Pria yang sudah menjadi penarik becak sejak tahun 90-an ini mengaku bahwa pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Di era alat transportasi semakin hari semakin banyak jumlah dan jenisnya, pendapatan para penarik becak di Kota Bogor semakin menipis.
Diakui seorang penarik becak di kawasan Menteng Asri, Cilendek, Bogor Barat, Kota Bogor, Muhtar alias Utay (42), pendapatan perhari narik becak dari pagi hingga malam hanya berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.
Munurut dia, pendapatan itu amat berkurang apabila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
"Dulu mah alhamdulillah pendapatan kadang-kadang nyampe Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, sekarang mah Rp 50 ribu aja susah, paling dapet Rp 30 ribu, Rp 25 ribu sehari, tergantung milik (rezeki)," kata Muhtar kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (11/8/2018).
Pria yang sudah menjadi penarik becak sejak tahun 90-an ini mengaku bahwa pendapatan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Terlebih, kata dia, ia juga harus membesarkan tiga anaknya yang masih kecil.
"Narik becak dulu mah sampe 24 jam karena masih rame, sekarang mah jam 10 malem udah sepi, pulang aja, paling dapet 2 kali jalan, 3 kali jalan. Tarif sekali jalan itu Rp 5000 tapi terkadang kan ada yang suka ngasih ngelebihin. Alhamdulillah untuk keluarga ada aja sih, dicukup-cukupin lah gitu," ungkapnya.
Untuk menambah pendapatan, kata dia, ia juga terkadang bekerja menjadi tukang pijit panggilan.
Kondisi yang sama, kada dia, juga dirasakan oleh para penarik becak yang lainnya.
"Kalau saya gak sambil jadi tukang pijit wah pasti susah saya, tukang becak yang lain juga sama, ada juga yang narik becak sambil pungut rongsokan buat dijual," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tukang-becak_20180811_184021.jpg)