Asian Games 2018

Mengapa Para Atlet Suka Gigit Medali Emas Saat Juara? Ini Alasannya !

Hampir semua atlet juga berfoto dengan gaya menggigit medali emas yang mereka dapatkan.

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
antara
Atlet wushu Indonesia Lindswell Kwok menggigit medali ketika upacara penyerahan medali wushu nomor Taijijian putri di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8/2017). Lindswell mempersembahkan emas kelima untuk Indonesia dengan mengumpulkan nilai 9.68. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hingga hari ini Selasa (21/8/2018), Indonesia telah mendapat 4 medali emas dalam pesta olahraga Asian Games 2018.

Empat medali emas itu berasal dari satu cabor Taekwondo oleh Defia Rosmaniar, satu cabor wushu taijijian oleh Lindswell Kwok dan dua cabor balap sepeda gunung oleh Tiara Andini Prastika dan Khoiful Mukhib.

Foto-foto yang beredar menunjukkan kebahagian para atlet saat berhasil menerima medali.

Semua tersenyum dengan bahagia dan bangga, dan hampir semua juga berfoto dengan gaya menggigit medali emas yang mereka dapatkan.

Sebenarnya tak hanya atlet Indonesia, banyak atlet di berbagai gelaran olimpiade dunia juga melakukan hal yang sama, yaitu mengigit medali emas mereka.

Ternyata ada sejarah di balik pose unik tersebut, lho!

Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa menggigit medali emas saat menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8/2017) malam. Siman menyabet medali emas dengan catatan waktu 25,20 detik sekaligus memecahkan rekor SEA Games 2015 yang dicatatkan perenang Singapura Quah Zheng Wen dengan 25,27 detik.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Perenang Indonesia I Gede Siman Sudartawa menggigit medali emas saat menjuarai final renang 50 meter gaya punggung putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (21/8/2017) malam. Siman menyabet medali emas dengan catatan waktu 25,20 detik sekaligus memecahkan rekor SEA Games 2015 yang dicatatkan perenang Singapura Quah Zheng Wen dengan 25,27 detik.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Ada Pertandingan Paralayang Asian Games 2018 di Puncak, Para Pengendara Nonton Dari Tebing Longsor

Link Live Streaming Final Bulutangkis Putra Indonesia vs China di Indosiar, Ayo Rebut Emasnya !

Dilansir dari Today I Find Out, medali emas dulu terbuat dari emas murni 24 karat tanpa campuran apa pun.

Ini menyebabkan medali tersebut lebih lunak dari besi dan mudah bengkok.

Atlet pemenang medali emas menggigit medali hanya untuk memastikan apakah medali yang mereka dapatkan terbuat dari emas asli atau hanya plat perak berlapis emas.

Medali yang terbuat dari emas 24 karat akan meninggalkan bekas bentuk gigitan gigi setelah digigit.

Sedangkan medali yang terbuat dari silver berlapis emas tidak berbekas, tapi lapisan emasnya akan tergores sedikit.

Namun, medali emas 24 karat sudah tidak lagi dikeluarkan. Terakhir pada Olimpiade Musim Panas di Stockholm, Swedia pada tahun 1912.

Defia Rosmaniar
Defia Rosmaniar (Tribunnews)

Dilansir dari CNN, rata-rata medali emas Olimpiade sebenarnya terbuat dari 494 gram perak dan 6 gram emas.

Jadi, medali Asian Games 2018 kali ini juga bukan 100% emas murni 24 karat.

Lalu kenapa atlet masih tetap menggigit keping medali mereka?

Idul Adha, Jalur Puncak Lengang dan Warung-warung Tampak Tutup

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved