Tinjau Pabrik Tekstil di Kota Bogor, Ketua KEIN Dapat Hadiah Jaket

Soetrisno meninjau tempat produksi tekstil dan melihat produk yang dihasilkan oleh PT Citra Abadi Sejati

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua KEIN, Soetrisno Bachir mengunjungi pabril tekstil di Kota Bogor, Sabtu (8/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOFOR UTARA - Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir meninjau Pabrik Tekstil PT Citra Abadi Sejati (CAS) di Kota Bogor, Sabtu (8/9/2018).

Soetrisno Bachir didampingi Direktur Utama PT CAS, Maniwanen

Soetrisno meninjau tempat produksi tekstil dan melihat produk yang dihasilkan oleh PT Citra Abadi Sejati yang berada dalam Apparel Grup.

Selain itu Soetrisno juga menyempatkan diri berbincang dengan para pegawai.

Dalam kesempatan itu, Maniwanen sempat memberikan satu buah jaket hasil produksi pabrik.

Ketua KEIN Soetrisno Bachir mengatakan, bahwa disaat rupiah melemah Ia melihat ada optimisme yang ditunjukan oleh perusahaan tekstil di Kota Bogor yang menyerap tenaga kerja sangat banyak dengan produksi yang 100 persen di ekspor.

"Kelompok perusahaan tekstil ini masih bisa jadi lebih maju, daya saingnya sebernarnya mampu tapi karena mungkin perhatian kuarang baik dari masyatakat dan pemerintah, maka kita sudah tertinggal dengan Vietnam bahkan dengan Bangladest, hasil ekspor kita masih 13 miliar dollar, padahal menurut pak Maniwanen kita 50 miliar dollar kita bisa  itu bisa karena kita punya potensi itu belum tekstil untuk keperluan dalam negeri," katanya usai meninjau lokasi produksi Sabtu (8/9/2018).

Kedepan kata Soetrisno Industri tekstil harus lebih dikembangkan lagi.

"Kita akan semangat mengembangkan industri tekstil itu akan kita bangun dan Asosial Perstekstilan Indonesia sudah membuat road map," ucapnya.

Sementara itu Dirut PT Citra Abadi Sejati Maniwanen mengatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu menyerap 2300 karyawan.

Untuk itu kata dia Sumber Daya Manusia merupakan hal yang utama dari produksi yang dihasilkan.

Oleh sebab itu perusahaan tekstil tersebut bisa bertahan sampai saat ini

"Sepanjang jalan ini dulunya ada 22 pabrik garmen , sekarang tinggal satu aja yang bertahan , produk kita ini tingkat kesulitannya luar biasa tapi kita  punya keuntungannya apa kita punya operator yang luar biasa  punya masa kerja cukup lama 20 - 30 tahun sudah berpengalaman makanya kita pertahankan tapi itu dia SDM itu sangat menentukan dan kita bisa  membuktikan ke klien bahwa kita punya kualitas," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved