Kumpul di Kolam Renang, Puluhan Himasper IPB Diajari Cara Selamatkan Mamalia Terdampar

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Kampus IPB Dramaga, Bogor beberapa waktu lalu.

Tayang:
Humas IPB
Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Institut Pertanian Bogor (Himasper IPB) menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Mamalia Terdampar. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Institut Pertanian Bogor (Himasper IPB) menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Mamalia Terdampar.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Kampus IPB Dramaga, Bogor beberapa waktu lalu.

Pelatihan ini juga melakukan praktik di Kolam Renang Cinangneng.

Sebelum mempelajari penanganan mamalia terdampar, peserta diajak untuk mengenal terlebih dahulu jenis-jenis mamalia laut.

Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (ITK FPIK IPB), Adriani Sunuddin, S.Pi, M.Si memaparkan jenis-jenis mamalia laut yang ada di Indonesia. 

Sebanyak 35 jenis mamalia laut dapat ditemukan di perairan Indonesia.

Mamalia laut memiliki kemampuan menahan nafas cukup lama untuk menyelam.

Hal tersebut didukung oleh anatomi dan morfologi khas yang dimilikinya.

Penglihatan mamalia laut tidak begitu tajam.

Mamalia laut memiliki kemampuan untuk mengubah sistem indra dari visual menjadi audio dan mengembangkan komunikasi suara.

Penanganan mamalia terdampar yang tepat merupakan hal yang penting. Hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan peluang kehidupan satwa.

Selain itu, dokumentasi yang tepat dapat memahami pengelolaan kawasan konservasi, mengetahui kegiatan di laut yang tidak lestari, dan persebaran satwa laut di Indonesia.

Penanganan mamalia laut secara umum digolongkan menjadi dua kondisi yaitu kondisi hidup dan mati.

Penanganan yang tepat pada mamalia laut yang masih hidup adalah diselamatkan.

Setelah peserta mempelajari teorinya, simulasi praktik penyelamatan mamalia terdampar dilakukan baik di dalam dan di luar ruangan.

Kejadian terdamparnya mamalia laut dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Hal tersebut antara lain adalah sakit, faktor umur, dimangsa predator, cuaca buruk, disorientasi (gempa dasar laut, gangguan pada sistem sonar, aktivitas seismic, dan suara kapal), ditangkap langsung, dibom, ditombak, terjerat jaring nelayan secara tidak sengaja, kualitas air laut yang buruk karena pencemaran, serta tabrakan dengan kapal.

"Kejadian mamalia terdampar akhir-akhir ini sering sekali dilaporkan pada kami. Hampir setiap bulan. Fenomena ini terjadi di berbagai daerah. Lebih dari 300 kasus sejak tahun 2000. Hal tersebut tidak dapat menyatakan secara langsung bahwa keadaan alam sedang tidak baik. Jika dilihat dampak positifnya, hal tersebut terjadi karena semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya penanganan mamalia terdampar,” ungkap konservasionis dari Whale Stranding Indonesia, Sheyka Nugrahani Fadela.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved