Pajak dan STNK Bus Transpakuan Kota Bogor Mati, Ini Komentar Kasatlantas

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rahmawati enggan berkomentar terkait pajak dan STNK bus transpakuan.

Pajak dan STNK Bus Transpakuan Kota Bogor Mati, Ini Komentar Kasatlantas
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bus Transpakuan terlihat melintas di jalan raya dikawasan Kota Bogor, Senin (24/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH, Pajak dan Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK) milik Transpakuan sudah tidak berlaku.

Kondisi itu dilihat dari bulan dan tahun bus transpakuan yang menunjukan 05-18 (Mei 2018).

Saat dimintai tanggapan, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priadji mengatakan bahwa setiap kendaraan harus dilengkapi surat yang masih berlaku.

"Kendaraan bermotor yang bergerak di jalan raya hrs dilengkapi dgn STNK yang masih berlaku atau pajak lengkap," katanya saat dihubungi melalui pesan elektronik.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rahmawati enggan berkomentar terkait pajak dan STNK bus transpakuan.

"Saya enggak bisa komentar, harus ditanyakan ke operatornya, kalau kemarin pltnya (Plt Dirut Pdjt) masih saya, kalau sekarang bukan," katanya saat ditemui di Balaikota Bogor, Kamis (24/9/2018).

Sementara itu Wali Kota Bogor beberapa waktu lalu mengatakan akan mengecek STNK dan Pajak Transpakuan.

Saat dikonfirmasi soal tunggakan pajak tersebut Bima Arya sempat mengatakan bahwa tidak ada bus transpakuan yang sudah operasional menunggak pajak.

"Enggak ada sudah semua, yang mana," ujar Bima sambil mengkerutkan dahinya.

Namun saat disebutkan bahwa bus rekondisi transpakuan rute Cidangiang - Bubulak menunggak pajak Bima mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengeceknya.

"coba nanti saya cek lagi, saya cek lagi," katanya saat ditemui di Balai Kota Bogor, Jumat (21/9/2018).

Jika memang nantinya bus tersebut terdata belum membayar pajak maka kata Bima itu merupakan tugas PLT Dirut PDJT.

"Itu salah satu tugas plt surat surat dibutuhkan untuk operasi harus diselasikan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved