Hasil Studi : Polusi Udara Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Tetapi masih belum jelas apakah bahan-bahan kimia itu juga menimbulkan Alzheimer atau jenis lain demensia.

Hasil Studi : Polusi Udara Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
Shanghaiist
ilustrasi polusi udara 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis BMJ Open, Rabu (19/9/2018) menunjukkan hubungan antara polusi udara di perkotaan dan meningkatnya risiko demensia.

Meskipun ada pengaruh faktor lain juga, seperti minum minuman keras, merokok, atau faktor risiko lain yang sudah lebih dulu diketahui.

Di seluruh dunia, sekitar 7 persen orang yang berusia di atas 65 tahun menderita Alzheimer atau semacam demensia, dimana prosentase penderita yang berusia di atas 85 tahun meningkat menjadi 40 persen.

Jumlah mereka yang terpapar penyakit ini di seluruh dunia diperkirakan akan naik berlipat ganda pada tahun 2050, sehingga ditengarai bakal menimbulkan tantangan besar terhadap sistem layanan kesehatan.

"Dalam beberapa dekade mendatang, pencegahan segala bentuk demensia merupakan keprihatinan kesehatan publik utama di seluruh dunia," demikian tulis para peneliti.

Bahan-bahan kimia yang dibuang knalpot kendaraan - seperti nitrogen dioksida (NO2) - diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan masalah pernafasan seperti asma.

Paha Ruben Onsu Tiba-tiba Berdarah Usai Cuci Muka, Sarwendah : Yang, Ini Kayak di Sinetron

Tetapi masih belum jelas apakah bahan-bahan kimia itu juga menimbulkan Alzheimer atau jenis lain demensia.

Untuk mengetahui lebih lanjut, tim peneliti yang dipimpin Iain Carey di Institut Penelitian Kesehatan Penduduk, Universitas London, meneliti arsip kesehatan 131.000 yang tinggal di Greater London, yang pada tahun 2004 berusia antara 50-79 tahun.

Ketika penelitian ini dimulai, belum ada satu orang pun yang menunjukkan tanda-tanda demensia.

Berdasarkan alamat tempat tinggal, para peneliti memperkirakan ada paparan tahunan – baik NO2, maupun partikel halus yang dikenal sebagai PM2,5 – dan kemudian mereka melacak kondisi kesehatan peserta selama tujuh tahun.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved