Kasus Pelajar Dipaksa Menonton Basket Di Gor Pajajaran, Dispora Minta Pihak Sekolah Cari Kebenaran
Bukan hanya itu Danjen juga mengucapkan bahwa suporter merupakan kegiatan yang positif.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor meminta pihak sekolah mencari tau kebenaran dugaan kasus pemukulan yang diterima siswa kelas X (sepuluh) SMA Negeri di Kota Bogor karena dipaksa menjadi suporter basket di Gor Pajajaran.
"Kalau menurut saya, dugaan itu harus dibuktikan dulu secara internal di sekolah tersebut, benar tidak dipaksa atau ada hal sebab lainnya," kata Kadispora Kota Bogor Eko Prabowo saat dihubungi ketika sedang berada di acara Porda Jabar, Selasa (2/10/2018).
Pria yang akrab disapa Danjen itu mengatakan bahwa kehadiran suporter di lapangan pertandingan sebuh event ini memang menjadi sebuah kreasi inovatif dari aktualisasi kekompakan dan kebersamaan dari sekolah masing-masing.
• Menolak Diajak Nonton Basket di GOR, Siswa SMAN di Kota Bogor Diduga Dianiaya Kakak Kelas
• Siswa SMA Diduga Dipukuli karena Menolak Jadi Suporter Basket, Bima Arya Minta DBL Dievaluasi
Bukan hanya itu Danjen juga mengucapkan bahwa suporter merupakan kegiatan yang positif.
"peserta event apakah di basket, di futsall, ataupun event olahraga lainnya dan ini jg menjadi tontonan tersendiri, danjen malah sering merekam aksi suporter ini, dan ini giat positif," ujarnya.
Untuk itu kata Eko pihaknya tidak mempermasalahkan adanya best supprter yang diberikan oleh penyelenggara.
"Karena aktraktifnya suporter inilah pihak penyelenggaran mengapresiasi dalam bentuk reward, sebagai best suporter," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/aniaya_20181001_150646.jpg)