Gempa di Donggala
Warga Donggala Belum Terima Bantuan Lalu Rebutan Makanan, Bupati Donggala Menangis : Persoalan Perut
Banyaknya bantuan yang datang untuk korban gempa di Palu nyatanya tidak sampai ke warga Kabupaten Donggala.
Penulis: khairunnisa | Editor: Ardhi Sanjaya
"Pak Jokowi, Donggala diperhatikan, jangan (cuma) Palu). Tolong Pak Jokowi, (warga butuh) minum makan saja," imbuh pria tersebut.
Usai berteriak di depan toko, beberapa menit kemudian, warga di kabupaten Donggala itu pun akhirnya masuk ke dalam toko.
Dalam video yang diunggah Selasa (2/10/2018) terlihat beberapa warga berebut masuk dan mengambil makanan yang ada di dalam.
Entah sebelumnya sudah mendapatkan ijin atau belum dari pemilik toko tersebut, beberapa warga tampak memaksa masuk.
Sementara beberapa orang lainnya memilih untuk menunggu di depan toko tersebut untuk mengumpulkan hasil rekannya yang berada di dalam.
Usai mengeluarkan bahan makanan dari dalam toko, beberapa warga pun membawanya dan membagikan kepada warga lainnya.
• Jokowi Tunjuk Jusuf Kalla Komandani Penanganan Bencana, Kader Demokrat Ini Luapkan Kebahagiaan
Melihat warganya saling berebut masuk ke dalam sebuah toko, Bupati Donggala, Kasman Lassa pun sedih.
Bahkan, air matanya sempat terjatuh tatkala mendengar salah seorang warganya meminta makanan kepadanya.
Kasman Lassa pun tampak beberapa kali mengusap air matanya saat menceritakan kondisi warga Kabupaten Donggala yang kelaparan.

Diakui Kasman Lassa, ulah warganya yang memaksa masuk ke dalam sebuah toko itu tindakan wajar.
• Bandingkan SBY dengan Jokowi Tangani Gempa dan Tsunami, Fahri Hamzah Minta Jusuf Kalla Ambil Kendali
Sebab pasca gempa berkekuatan 7,4 SR tempo hari, warganya belum juga mendapatkan bantuan.
Meski begitu, pemerintah kabupaten Donggala tetap berusaha secara maksimal untuk menyediakan sandang pangan untuk warganya.
Namun karena ketersediaan stok yang semakin menipis serta jumlah warga yang banyak, Bupati Donggala itu pun tak bisa berbuat banyak.
"Ini persoalan perut. Tidak bisa ditahan. Masalahnya orang mau makan, lapar dia sudah berapa hari ini. Kami sudah antisipasi beras, tapi kan tidak cukup, karena kan tidak sedikit orangnya," imbuhnya.
Meski begitu, Kasman Lassa mengecam tindakan warganya yang bertindak secara brutal ketika masuk ke dalam toko.