IPB Bantu Mahasiswa Terdampak Gempa dan Tsunami di Sulteng untuk Menengok Keluarganya

IPB juga akan memberikan beasiswa serta bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan bagi mahasiswa yang benar terdampak

Penulis: Afdhalul Ikhsan | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Humas IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria menyampaikan Laporan Kinerja Semester I Tahun 2018 dalam Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA), Jumat (28/9), di Gedung Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Duka mendalam akibat gempa dan tsunami masih dirasakan oleh para korban.

Utamanya mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dengan demikian IPB langsung berinisiatif melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana tersebut, Rabu (3/10/2018).

"IPB akan membantu mahasiswa asal Palu, Donggala dan Sigi untuk pulang ke kampung halaman mengecek kondisi keluarganya bila ada yang memerlukannya,” ujar Rektor IPB, Dr. Arif Satria di Kampus IPB Dramaga, melalui keterangan tertulis yang diterima TribunnewsBogor.com

IPB juga akan memberikan beasiswa serta bantuan biaya hidup selama menempuh pendidikan bagi mahasiswa yang benar terdampak seperti rumahnya hancur dan orangtuanya kehilangan mata pencaharian.

"Untuk mahasiswa yang terkena dampak serius, IPB akan berupaya mencarikan sumber beasiswa yang ada untuk kelangsungan studi di IPB maupun biaya hidup selama di Bogor. Maka dari itu, pendataan ini sangat penting karena kita tidak mau salah sasaran,” tambah Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Dr. Drajat Martianto.

Namun hingga kini kata dia, pihaknya masih menelusuri jumlah mahasiswa yang keluarganya benar-benar terdampak dan akan menentukan proses dan syaratnya.

Cerita Fahmi Selamatkan Istri yang Hamil Tua, Berhasil Menyelundup ke Pesawat Hercules Berkat Dokter

"Kita coba telusuri berapa banyak dan seberapa besar masalah serius yang dihadapi misalnya rumahnya hancur, penghidupannya terkendala atau tidak punya pekerjaan lagi kita butuh sedikit waktu untuk itu," ungkapnya.

Khusus untuk rencana kepulangan para mahasiswa tersebut lanjut dia,masih belum ditentukan cara pemberangkatannya.

"Iya, kita akan lihat nanti apakah akan menggunakan penerbangan komersil atau kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara," ucapnya.

Dalam jangka panjang, IPB akan ikut berperan dalam mitigasi bencana sampai recovery, menghidupkan dan mengembangkan potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Palu, Donggala dan Sigi pasca gempa, termasuk memberikan masukan dalam resettlement untuk wilayah-wilayah rawan pergeseran lahan.

“IPB diharapkan berperan melalui Pusat Studi Bencana dan Pusat-Pusat Studi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk ke depan membantu merevitalisasi pertanian, perikanan dan peternakan di Palu, Donggala dan Sigi. IPB akan fokus pada tahap kedua yakni pada community development. Kita akan manfaatkan data dari berbagai pusat studi di IPB untuk melakukan kegiatan penanganan pasca gempa di sana,” ujarnya.

Selain itu, IPB juga siap menerima mahasiswa Universitas Tadulako yang terkena dampak gempa untuk mengikuti pendidikan di IPB melalui skema credit earning secara gratis (bebas UKT) untuk program studi yang relevan.

Mata Kuliah yang diambil nantinya dapat diakui di Universitas Tadulako.

Polisi Sebut Ratna Sarumpaet Ada di RS Kecantikan 21 September, Ungkap Bukti Berupa Buku Pendaftaran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved