Gempa di Donggala

Bantu Korban Gempa dan Tsunami, Penyumbang Bisa Dapat Kain Khas Palu di Sekolah Ummul Quro Bogor

Gun-gun menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa peduli dan empati kepada warga Palu dan Donggala.

Bantu Korban Gempa dan Tsunami, Penyumbang Bisa Dapat Kain Khas Palu di Sekolah Ummul Quro Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ummul Quro Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, KEMANG - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ummul Quro Bogor menggalang donasi dan melaksanakan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala.

Penanggung Jawab Kegiatan yang juga Wakasek Kesiswaan SDIT Ummul Quro Gun-gun Gunawan mengatakan bahwa pada hari pertama donasi ini dana yang terkumpul sebesar Rp 60.000.1000 (Enam Puluh Juta Seribu Rupiah).

Gun-gun menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa peduli dan empati kepada warga Palu dan Donggala.

"Iya kami mengadakan kegiatan ini untuk membantu dan Saudara kita yang ada di Palu, Sigi dan Donggola dan sekitarrnya kami mengajak civitas yag ada di Yayasan Ummul Quro Bogor, SD, SMP SMA termasuk guru dan karyawan termasuk Konsorsium FPOM (Forum Persatuan Orangtua Murid) semua unit kita ajak, kita kerjasama dengan soskem Sosial Kemanusiaaan JSIT Pusat dan Kabupaten, Kita edukasi kepada anak anak terkait kondisi disana untuk membangun rasa edukasi dan empatinya," katanya.

Ada yang menarik dari kegiatan donasi tersebut, bagi setiap dermawan yang memberi infaq minimal Rp 1 juta merka bisa mendapatkan syal asli dari Palu.

Hal itu juga memancing para dermawan dan siswa untuk memberikan infaq terbaiknya.

Kemudian lanjut dengan doa bersamaa dan sholat ghoib.

"Yang menyumbanngkan minimal 1 juta bisa mendapat syal ini, dan tadi ada satu kelas siswa SMP bermusyawarah dan mengumpulkan donasi itu mencapai Rp 1 juta dan syal nya mereka pajang dalam kelas," katanya.

Gun-gun menambahkan bahwa kegiatan itu juga dilakukan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah.

"Tadi sudah disampaikan Ustadz Syam dan Ustadz Bambang tentu pertama membentuk rasa empati dan tentu meningkatkan keimannanan, dan dengan itu kiita memposissikan diri dengan berbuat baik agar kita meninggal dalam keadaan baik dan memupuk rasa kebersamaaan dan mempererat tali persaudaraan," ujarnya.

Nantinya acara donasi tersebut akan ditutup pada 20 Oktober 2018.

Sementara itu perwakilan dari FPOM Ummul Quro Nurherawari menyambut baik kegiatan tersebut.

"Kita baru rapat kemarinndan Alhamdulillah terlaksana hari ini, dengan ini juga kita bisa mendidik dan meningkatkan rasa kemanuasiaan kepada anak-anak kita dan berharap kegaiatn donasi ini juga bisa tersalurkan dengan baik dan bermanfaat bagi para korban," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved