Breaking News:

Pikir Lagi Kalau Ingin Terobos Perlintasan Kereta, Jarak Kereta Hanya 1 KM Setelah Alarm Berbunyi

Ia menjelaskan, banyak masyarakat yang 'bandel', yakni masih tetap melaju ketika pintu palang rel kereta sudah ditutup.

Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Perlintasan rel 

Karena alarm berbunyi, barulah petugas PJL menutup palang pintu rel kereta api.

petugas perlintasan rel kereta, Ujang Achmad N
petugas perlintasan rel kereta, Ujang Achmad N (TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu)

"Jarak kereta menuju pos itu sekira satu kilometer (km). Dekat sekali kan? Sementara kecepatan kereta sendiri diatur masinis. Tapi, masinis juga masih mengikuti arahan dalam mengatur kecepatan kereta. Karena itu, tidak benar pemikiran kalau masih ada beberapa menit atau detik sampai kereta melewati palang rel," bebernya panjang lebar.

Selain itu, seorangpetugas juga akan berkomunikasi dengan petugas di pos lain untuk menginformasikan ketika kereta mau melintas dan telah aman melaju melalui pos-nya.

"Sebutannya alat yang biasa digunakan untuk komunikasi ini beda-beda. Ada yang bilang telepon, sebagian sebutnya toka," terangnya.

Seorang petugas bekerja selama 8 jam dan dalam satu hari, ada tiga shift.

Selama 8 jam bekerja, petugas tidak akan beristirahat karena harus membuka dan menutup palang rel ketika kereta akan melintas.

Ketika kereta telah melintas, petugas akan menginformasikan hal itu ke dan mencatatnya di sebuah buku bahwa kereta telah aman melintas.

"Setiap hari ada 183 dikali dua KRL yang melintas. Dikali dua itu maksudnya yang dari Bogor dan Jakarta. Jumlah ini hanya KRL ya, belum sama kereta barang, dan lain-lain," tutur Ujang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved