Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Gerindra : Premium Batal Naik, Tapi Bahan Bakarnya Susah Dicari

Hanya saja menurut Muzani meskipun batal naik, BBM jenis Premium sangat sulit dicari

TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
SPBU di Jalan Pahlawan, Kota Bogor memang plang pengumuman BBM habis, Rabu (23/12/2015) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengaku senang dengan keputusan pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Batal naiknya harga Premium tersebut membuat masyarakat tidak semakin terbebani dengan biaya hidup sehari-hari.

"Ya kalau harga premium sebagai BBM bersubsidi tidak dinaikkan buat kami sangat senang, sangat bergembira sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan kocek lebih banyak lagi untuk membiayai bahan bakar," ujar Muzani di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (10/10/2018).

Hanya saja menurut Muzani meskipun batal naik, BBM jenis Premium sangat sulit dicari. Hal tersebut menyebabkan masyarakat membeli BBM jenis lain yang harganya lebih mahal.

"Masalahnya, bahan bakar premium ini, walaupun tidak dinaikkan tetapi barangnya susah dicari. Di Jakarta itu hampir susah dicari barang itu, enggak ada. Di jabodetabek enggak tahu, masih ada atau enggak. Memang di daerah-daerah itu masih ada tapi jumlahnya juga akan tidak banyak. Kayaknya dibatasi karena nilai subsidi nya makin hari makin besar dan makin membengkak," katanya.

Muzani mengatakan masalah kenaikan harga BBM menurut Muzani akan terus terjadi selama pemerintah tidak menganggap masalah ekonomi yang terjadi sekarang ini penting.

Bila pemerintah menggap enteng masalah merosotnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar maka bebannya akan semakin tinggi dan rakyat yang akan menanggungnya di kemudian hari.

"Sekali lagi selama ini pemerintah tidak merasa ada satu problem di bidang ekonomi karena rakyat tenang-tenang, rakyat tidak protes, kemudian yang protes hanya elite saja untuk kepentingan politiknya sehingga apa sih yang dimau, dianggap seperti itu. Sekarang ini ya kita akan merasakan beban yang dirasakan rakyat di masa-masa yang mendatang," tegasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditunda.

"Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan kepadaTribunnews.com di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 18.30 Wita.

"Sampai kapan ditunda?" tanya Tribunnews.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved