Pilpres 2019

Wanita Pendaki Pertama Puncak Everest Beri Pesan ke Prabowo-Sandi: Sini Mas Mampir ke Tempat Saya

Clara Sumarwati akhirnya buka suara bahwa dirinya adalah wanita pertama Indonesia dan Asia Tenggara yang mencapai puncak Everest 1996.

Wanita Pendaki Pertama Puncak Everest Beri Pesan ke Prabowo-Sandi: Sini Mas Mampir ke Tempat Saya
Kompas.com/Facebook Clara Sumarwati
Prabowo-Sandi, Clara Sumarwati 

Selama di RSJ, dia pun kerap bercerita bahwa dia pernah mendaki Gunung Everest. Namun, ceritanya kerap diabaikan oleh para tenaga medis karena dianggap hanya sebagai bagian dari khayalannya.

"Kami pun bertambah tidak percaya karena pihak keluarganya sendiri menyangsikan dia pernah mendaki gunung," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof dr Soerojo, Magelang, Bella Patriajaya kepada Kompas.com.

Clara Sumirwati
Clara Sumirwati (Indonesian Climbing Record)

Prestasi Clara dan keberadaannya sebagai sosok istimewa yang pernah mengharumkan nama bangsa baru terungkap pada tahun 2009 saat Clara juga harus masuk RSJ lagi.

Saat itu, ada sejumlah tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional.

Salah satu aktivitas Poppy adalah mengajar tari di RSJ. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim mengenali sosok Clara.

Kamu Tukang Selingkuh? Hentikan Sekarang Juga dengan 5 Cara Ini

Sebenarnya pendakian Everest tahun 1996 itu bukan ekspedisi Everest yang pertama bagi Clara.

Pada tahun 1994, ia bersama lima orang dari tim PPGAD (Perkumpulan Pendaki Gunung Angkatan Darat) berangkat tetapi hanya mampu mencapai ketinggian 7.000 meter karena terhadang kondisi medan yang teramat sulit dan berbahaya di jalur sebelah selatan Pegunungan Himalaya (lazim disebut South Col).

Kegagalan mencapai puncak ini justru membuat Clara Sumarwati semakin penasaran dan bercita-cita untuk mengibarkan Merah-Putih di puncak Everest pada 17 Agustus 1995, tepat 50 tahun Indonesia merdeka.

Sebanyak 12 perusahaan ia hubungi waktu itu untuk mendapatkan sponsor.

Biaya yang ia butuhkan tidak sedikit, mencapai Rp 500 juta, karena memang segitulah biaya yang harus dikeluarkan siapa pun yang ingin mencapai puncak Everest waktu itu.

Tidak ada jawaban. Menurut Clara, bahkan ada pihak perusahaan yang meragukan kemampuannya sehingga enggan memberi sponsor.

Salah satu pihak yang ia hubungi untuk sponsor adalah Panitia Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dibawahi Sekretariat Negara.

Clara dipanggil menghadap pada bulan Agustus 1995 dan mendapat konfirmasi bahwa Pemerintah bersedia mensponsori ekspedisinya.

Sertamerta Clara menjadwal-ulang ekspedisi yang seharusnya memancang bendera Indonesia pada tahun 1995.

Ia mencanangkan ekspedisi berangkat pada tahun berikutnya, pada bulan Juli 1996.

Ternyata pengunduran jadwal itu mempunyai makna tersendiri karena pada tahun 1995 itu terjadi badai dahsyat di Himalaya yang menewaskan 208 pendaki dari berbagai negara.

Clara memilih jalur utara pada pendakian 1996. Jalan pendakian di jalur utara lebih panjang dan cukup menanjak.

Untuk menuju puncak harus melalui tangga yang terdiri tiga step. Tiap hari, Sherpa memeriksa rutenya. Mengingat hujan salju terus turun sehingga menutup jalur yang dilalui tali.

“Kesulitannya melawan cuaca. Suhunya sampai minus 40-45. Kami seperti beruang salju,” kata Clara di Tempo.co

Akhirnya, hanya Clara yang berhasil mencapai puncak dalam tim itu. Dia dibantu lima Sherpa. Anggota tim lainnya menunggu di tenda.

Momentum itu yang mencatatkan Clara sebagai perempuan Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang menaklukkan puncak Everest.

Beberapa foto menunjukkan Clara dengan pakaian pendakian yang tebal berwarna merah tengah membentangkan bendera Merah Putih.

Foto yang lain menunjukkan Clara membentangkan gambar Presiden Indonesia masa itu, Soeharto.

Clara pun mendapat penghargaan Bintang Naraya dari Soeharto.

kisah pendakian Clara Sumirwati ke Everest bisa dibaca di sini

Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved