Pilpres 2019
Selain Jenderal Kardus, Andi Arief Sebut Prabowo Malas: Yang Mau Jadi Presiden Sandi Atau Prabowo?
Dalam cuitannya di Twitter pribadinya, Andi Arief menyebut Prabowo ini malas-malasan menjadi calon presiden.
Penulis: Uyun | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Lebih lanjut, menurut Andi Arief, keagresivitasan Prabowo untuk turun keliling Indonesia ini kurang banyak dibandingkan Jokowi yang memang masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.
"Dalam keadaan Jokowi terus menerus turun elektabilitas, sementara Pak Prabowo jalan di tempat maka agresifitas Pak Prabowo turun keliling Indonesia untuk menjanjikan jalan perubahan akan menggerakkan yang macet dan menggerus yg turun elektabilitas," tulis Andi Arief lagi.
• Presiden Jokowi Bagikan Bonus Atlet Asian Para Asian 2018, Segini Rinciannya !
Andi Arief pun menjelaskan lebih lanjut lewat program Kompas Petang, di Kompas TV, Sabtu (13/10/2018).
Menurut Andi Arief, kritikannya tersebut adalah untuk menginginkan Prabowo ini bisa menang sebagai presiden di periode 2019-2024.
"Kalau kita mau mengkritik itu artinya orang tersebut punya keinginan, saya punya keinginan pak Prabowo ini menang," tutur Andi Arief.
"Perbincangannya kenapa tidak dibicarakan secara langsung sih? kenapa harus dikemukanan lewat Twitter?" tanya sang pembawa acara.
Andi Arief pun menjelaskan bahwa ini merupakan salah satu taktiknya.
Menurutnya, strategi dan taktik ini berbeda. Taktik bisa diungkapkan ke publik, sementara strategi itu bersifat rahasia.
"Misalnya emak-emak, itu kan taktik yang diumumkan ke publik, soal kunjungan ke daerah pun harus diumumkan ke publik," tuturnya.

Karena menurutnya, yang harus lebih agresif ini harusnya adalah penantanng, yang dalam hal ini Prabowo-Sandiaga.
Bahkan menurut Andi Arief, berdasarkan kajian tim Partai Demokrat, Prabowo hanya turun ke lapangan atau ke daerah sebanyak 4 kali saja.
Diskusi dengan Partai Demokrat ini rupanya sudah mengamati elektabilitas Prabowo sejak bulan Agustus 2018.
"Partai Demokrat berharap Pak Prabowo segera turun ke bawah. karena center of gravity-nya itu adalah pak Prabowo," lanjut Andi Arief.
• Waspada ! Terlalu Banyak Tidur Bisa Ancam Kesehatan, Berbagai Penyakit Bahaya Ini Akan Menyerang
Apalgi, menurut survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada Minggu (7/10/2018), elektabilitas Prabowo kalah dibandingkan dengan Jokowi.
"Untuk simulasi dua pasangan, Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen. Sementara 9,8 persen tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Jakarta.