Pilpres 2019
Selain Jenderal Kardus, Andi Arief Sebut Prabowo Malas: Yang Mau Jadi Presiden Sandi Atau Prabowo?
Dalam cuitannya di Twitter pribadinya, Andi Arief menyebut Prabowo ini malas-malasan menjadi calon presiden.
Penulis: Uyun | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Elektabilitas Prabowo semakin menurun usai terungkapnya hoax atau kebohongan Ratna Sarumpaet yang dulunya jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rabu (3/10/2018).
Andi Arief pun berharap bahwa elekrtabilitas Prabowo ini akan meningkat menjadi 40 % pada Desember 2018.
"Apalagi sekarang kita sedang mengejar ketertinggalan, kami berharap pada Desember nanti Pak Prabowo bisa mencapai 40 persen," lanjut Andi Arief.
• Penampilan AOA Sukses Hipnotis Penonton Di Penutupan Asian Para Games 2018, Lihat Lagi Videonya Yuk!
Lebih lanjut, alasan Partai Demokrat dan Andi Arief ini untuk memeberian kritik bahwa Prabowo harus turun ke daerah ini adalah demi kebaikan sang capres sendiri.
Tak hanya itu, suara banyak yang bisa diraih Prabowo Subianto juga akan berdampak pada partai-partai pendukungnya, yakni PAN, Gerindra dan PKS.
"Karena bukan hanya Pak Prabowo yang berkepentingan dengan kemenagan ini, Partai Demokrat juga (punya kepentingan), caleg-caleg kita di daerah juga menunggu nih," lanjut Andi.
Karena dengan Prabowo Subianto turun ke daerah, maka Prabowo menunjukkan keseriusannya menjadi seorang presiden masa depan.
Andi Arief pun mengeaskan bahwa kritikannya ini sebagai cambukan untuk Prabowo dan juga anggota partai koalisi agar lebih giat untuk meraih kemenangan.
"Jadi ini sebagai cambuk. Kalau ingin menang, maka rakyat harus dilibatkan," tutur Andi Arief.