Ahli ITB Ungkap Kejadian 6 Menit Jelang Tsunami Palu

Baik di titik tertinggi maupun titik terendah, tsunami menerjang pantai, menghantam permukiman, hingga gedung-gedung dan fasilitas umum.

Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com/ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Pengendara melintasi kawasan perbelanjaan dan pertokoan yang rusak akibat tsunami pascagempa di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10). Pemerintah mulai membuka akses jalan raya dan membersihkan puing bangunan untuk memulihkan kondisi Kota Palu seusai gempa dan tsunami. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A) 

Baik di titik tertinggi maupun titik terendah, tsunami menerjang pantai, menghantam permukiman, hingga gedung-gedung dan fasilitas umum.

Hamzah melihat ada penurunan muka tanah terutama di daerah jembatan Panulele dan di masjid terapung di pinggir laut yang saat ini terendah air.

"Kemungkinan di sana juga terjadi lateral spreading," katanya.

Banyak studi penelitian tentang Sesar Palu Koro. Menurutnya, sesar tersebut merupakan patahan aktif di Indonesia dengan pergerakan sekitar 44 milimeter per tahun.

Patahan Palu Koro memotong wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

ITB sendiri memulai fokus penelitian tentang sesar Palu Koro pada 2012, hasilnya telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah setempat, BNPB, dan staf ahli kepresidenan.

Secara historis, kata Dr. Hamzah penduduk setempat sudah mengetahui tentang gempa, tsunami dan likuefaksi dengan bahasa-bahasa lokal di sana.

"Setelah survei ini, perlu dilakukan kajian pemetaan bahaya tsunami dan dipertimbangkan dalam penataan ruang. Dibangun suatu bangunan yang akrab terhadap bahaya tsunami," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pulang Survei, Ahli ITB Ungkap Kejadian 6 Menit Jelang Tsunami Palu" 
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Yunanto Wiji Utomo

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved